Air Danau Semayang Surut, Warga Kutai Kartanegara Marak Berburu Emas Tradisional
Tenggarong, nusaetamnews.com : Surutnya debit air di kawasan Danau Semayang, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, memicu fenomena unik. Memanfaatkan momen kemarau yang mengeringkan sebagian dasar danau, masyarakat setempat berbondong-bondong mengadu peruntungan dengan berburu butiran emas secara tradisional.
Informasi mengenai ditemukannya serpihan emas tersebut merebak luas di tengah warga pesisir danau sejak awal Oktober 2026. Warga dari Desa Pela, Desa Semayang, Sangkuliman, hingga pemukiman sekitar mendatangi lokasi untuk mengais rezeki.
Seorang warga Desa Pela, Rudiansyah, mengonfirmasi bahwa aktivitas pencarian emas mendadak ramai dalam sepekan terakhir. Banyak pencari emas memilih menyisir area pada malam hari dengan bantuan alat pendeteksi logam modern demi hasil yang lebih maksimal.
Rudiansyah mengaku sempat memperoleh sekitar dua gram emas pada hari kedua pencarian. Serpihan emas tersebut laku dijual seharga Rp3.000.000 dengan patokan harga pasar sekitar Rp1.500.000 per gram.
Sementara itu, warga yang tak mengantongi alat detektor memilih mengolah tanah menggunakan metode pengerikan manual. Berbekal peralatan seadanya—seperti sendok dapur, kuas halus, hingga bilah papan kayu—warga telaten memilah lapisan tanah dasar danau yang mengering.
Meski demikian, maraknya perburuan emas ini sempat diwarnai desas-desus oknum warga yang nekat merusak nisan kuno di sekitar situs batu besar.
Menanggapi hal tersebut, perangkat desa setempat mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban umum. Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin, turut mengingatkan para pencari emas agar tidak merusak kelestarian lingkungan pesisir danau serta situs sejarah yang menjadi aset ekowisata daerah.(ant/one)