Subscribe

Gaspol! 134 Unit Layanan Makan Bergizi Gratis Sudah ‘On Fire’ di Kaltim, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur makin menunjukkan taringnya. Berdasarkan SK terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini melonjak jadi 173 unit, dengan 134 unit di antaranya sudah resmi beroperasi penuh melayani para siswa.

Meski begitu, pihak BGN mengakui kalau distribusi ini belum 100% merata sampai ke seluruh pelosok.

“Kami mohon maaf kalau masih ada siswa yang belum ter-cover. Saat ini pembangunan SPPG terus kita kejar, terutama untuk wilayah perbatasan,” ujar Sirajul Amin, Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sabtu (7/2).

Leaderboard Sebaran SPPG di Kaltim

Siapa yang paling banyak? Ternyata Samarinda masih memimpin klasemen dengan 40 unit aktif dari 51 unit yang direncanakan. Cek detail sebarannya di sini:

Wilayah Unit Aktif (Operasional) Total Target SK
Samarinda 40 51
Kutai Kartanegara 26 35
Balikpapan 21 28
Bontang 15 18
Kutai Timur 11 15
Berau 10 12
PPU 5 8
Kubar & Paser 3 (100%) 3

Kabar menarik datang dari Mahakam Ulu. Meski secara data operasional masih nihil, ternyata pembangunan fisiknya sudah rampung dan tinggal menunggu tahap penilaian akhir saja. Soon!

Gak Cuma Soal Gizi, Tapi Juga Soal Loker!

Program ini ternyata nggak cuma bikin perut siswa kenyang dan otak makin encer, tapi juga jadi “mesin” lapangan kerja baru buat warga Kaltim.

  • Target Total: BGN mengejar pembangunan hingga 372 SPPG.
  • Potensi Lapangan Kerja: Bisa menyerap sekitar 18.600 orang!
  • Pemberdayaan Lokal: Setiap unit layanan bakal butuh sekitar 50 personel, dan kerennya, BGN mengutamakan warga di sekitar sekolah untuk jadi tim mereka.

Standard Operating Procedure (SOP) Ketat

Biar makanan tetap fresh sampai di meja siswa, BGN punya aturan main yang nggak main-main:

  1. Kapasitas: Satu unit SPPG melayani maksimal 3.000 porsi per hari.
  2. Radius Distribusi: Dibatasi maksimal 6 kilometer saja. Ini kunci supaya kualitas rasa dan gizinya nggak luntur di jalan.

Target akhirnya jelas: distribusi pangan yang merata dan berkualitas buat seluruh siswa di Bumi Etam. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *