Subscribe

Kaltim Siaga 1! Gubernur Rudy Mas’ud Ajak Forkopimda Gass Perangi Narkoba & Radikalisme

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) nggak main-main. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim sepakat meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sinergi lintas sektor. Ancaman utama? Narkoba dan Radikalisme.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, di Balikpapan, Senin (8/12), menegaskan status Siaga 1 terhadap bahaya laten ini.

“Kita Siaga 1 terhadap bahaya laten narkoba ini. Apalagi wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, termasuk batas-batas dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan, yang sangat rawan sebagai pintu masuk narkoba,” tegas Rudy Mas’ud dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kaltim di Gedung Mahakam Polda Kaltim.

Rakor tersebut mengusung tema penting: “Optimalisasi peran Forkopimda dalam menghadapi ancaman narkoba dan radikalisme di Kalimantan Timur.”

Rakor ini dihadiri oleh full team pejabat tinggi daerah: Ketua DPRD Kaltim, Pangdam VI Mulawarman, Kapolda Kaltim, Kajati Kaltim, Danrem 091/ASN, Kabinda Kaltim, Kepala BNN Provinsi Kaltim, dan sejumlah pejabat kunci lainnya.

Benteng Kaltim: Tes Urine Wajib dan Pengawasan All Gate

Menurut Gubernur Rudy, Kaltim harus jadi benteng kuat memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Langkah Konkret yang Diambil:

  1. Pengawasan Diperketat: Semua pintu masuk ke Kaltim—bandara, pelabuhan, jalur perairan, dan perbatasan—akan diawasi lebih ketat.
  2. Birokrasi Bersih: Rudy menginstruksikan tes urine rutin di lingkup Pemprov Kaltim untuk memastikan birokrasi bebas narkoba.
  3. Dukung Kegiatan Keagamaan: Kegiatan ini dianggap efektif sebagai filter yang melindungi masyarakat dari pengaruh negatif narkoba dan radikalisme.

“Kita harus memperkuat edukasi berbasis keluarga, sekolah, tempat ibadah, dan komunitas. Pencegahan gak boleh cuma dilakukan aparat, tapi harus jadi gerakan seluruh masyarakat,” tegas Rudy.

Jangan Takut Lapor! Rehabilitasi Bukan Pidana

Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika ada anggota keluarga yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

“Rehabilitasi adalah jalan pemulihan, dan pelapor tidak dikenai pidana,” jelasnya, menepis ketakutan masyarakat untuk melapor.

Menutup pernyataannya, Rudy Mas’ud menekankan bahwa kolaborasi adalah key success factor. Dengan kesadaran kolektif dan gerakan terpadu, Kaltim diyakini bisa lepas dari jeratan narkoba.

“Mari kita jadikan semangat ‘War on Drugs’ sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kita bersama. Ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk menjaga dan menyelamatkan masa depan generasi kita,” pungkas Rudy. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *