Subscribe

Australia Kerahkan Dua Pesawat Water Bombing ke Kaltim

3 minutes read

SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur belum sepenuhnya terkendali. Di tengah ancaman meluasnya titik api, bantuan udara dari Australia mulai dikerahkan. Dua pesawat water bombing tiba di Balikpapan dan langsung menjalankan operasi pemadaman, Jumat (6/11/2026).
Bantuan ini menjadi langkah konkret setelah Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji melaporkan kondisi karhutla kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 29 Oktober lalu.
Tak hanya mengandalkan kekuatan dalam negeri, Kaltim kini mendapat dukungan dari negara sahabat untuk mempercepat pemadaman kebakaran yang mengancam sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah, dua pesawat bantuan hari ini tiba di Lanud Dhomber Balikpapan. Bantuan dari Kedutaan Besar Australia ini akan membantu memadamkan api mulai hari ini sampai tanggal 12 November nanti,” kata Seno Aji di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (6/11/2026).

Dua pesawat bantuan Australia memiliki fungsi berbeda dalam operasi pemadaman.
Pesawat pertama bertugas melakukan pengecekan awal melalui udara untuk memastikan keberadaan titik api dan menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan.

Sementara pesawat kedua membawa air untuk dijatuhkan langsung ke titik kebakaran melalui metode water bombing.
Dalam sekali operasi, pesawat pemadam tersebut mampu membawa sekitar 15.000 liter air. Pasokan air diambil dari Bendali Balikpapan, kemudian diangkut melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan.

Operasi ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pada 3 November yang melibatkan BNPB, BPBD Kaltim, BPBD Balikpapan, BMKG, TNI, Lanud Dhomber, dan Kedutaan Besar Australia.

Makroman dan Marangkayu Sudah Disiram
Operasi udara langsung berjalan pada hari kedatangan pesawat.

Seno menyebut sejumlah kawasan telah menjadi sasaran pemadaman, mulai dari Santan dan Marangkayu di Kutai Kartanegara, Sindang Sari dan Makroman di Samarinda, hingga Jalan Guru Besar di Kutai Timur.

Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, dan Samarinda menjadi wilayah yang diprioritaskan dalam operasi berikutnya.
Penentuan lokasi pemadaman akan mengikuti perkembangan titik api dan kebutuhan di lapangan. Sementara Kutai Barat dan Berau dilaporkan menunjukkan kondisi yang mulai membaik.

Jika situasi karhutla di Kaltim sudah relatif aman, bantuan water bombing dari Australia berpeluang dialihkan untuk membantu pemadaman kebakaran di Kalimantan Tengah.

“Operasi pesawat bantuan Australia sudah dimulai hari ini. Pemadaman sudah dilakukan di Santan, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Sindang Sari, Makroman, Samarinda dan Jalan Guru Besar, Kutai Timur,” ungkap Seno.
20 Personel Australia Turun ke Lapangan
Dukungan Australia tidak hanya berupa dua pesawat. Negara tersebut juga menerjunkan sekitar 20 personel dari New South Wales Rural Fire Services (NSW RFS) untuk mendukung operasi pemadaman.

Kehadiran tim ini memperkuat koordinasi penanganan karhutla yang sebelumnya telah melibatkan sejumlah instansi pusat dan daerah.

Seno berharap bantuan tersebut bisa mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memperkuat kerja sama Kaltim dengan Australia.

“Terima kasih kepada Kedutaan Besar Australia dan semua timnya, BNPB, Lanud Dhomber dan semua pihak yang telah membantu penanganan karhurla di Kaltim,” ucapnya.

Dengan operasi udara yang berlangsung hingga 12 November, pemerintah berharap titik-titik api di Kaltim dapat segera dikendalikan dan ancaman karhutla tidak semakin meluas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Minister Counsellor Kedutaan Australia Jakarta, Tim Stapleton, Dsnlanud Dhomber dan Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *