Subscribe

Korpri Jangan Sekadar Jadi Organisasi Formalitas

3 minutes read

TENGGARONG – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dituntut tidak sekadar menjadi wadah berhimpunnya Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi harus mampu memperkuat profesionalisme, menjaga integritas, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Pesan tegas itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masa bakti 2026–2031 yang diketuai Dr H Sunggono, di Aula Bappeda Kukar, Kamis (29/10/2026).

Menurut Sri Wahyuni, tantangan birokrasi semakin besar seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Karena itu, Korpri harus mampu menjadi kekuatan yang mendorong ASN bekerja lebih profesional, disiplin, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan dalam organisasi, tetapi tanggung jawab untuk membangun kebersamaan, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memperkuat kontribusi Korpri dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sri Wahyuni yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim.

Ia mengingatkan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turut ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan ASN. Pelayanan yang lambat, tidak transparan, dan tidak akuntabel harus ditinggalkan, digantikan dengan tata kelola yang responsif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pengurus Korpri Kukar yang baru dikukuhkan diminta tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Organisasi harus bergerak aktif melalui program kerja yang terukur, menyentuh kebutuhan anggota, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperkuat solidaritas di lingkungan birokrasi.

“Korpri bukan hanya wadah berhimpunnya para pegawai, tetapi juga sarana memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, serta membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Wahyuni juga menyaksikan pengukuhan Pengurus Daerah Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Kabupaten Kukar masa bakti 2023–2028 yang diketuai Aji Ali Husni. Pengukuhan dilakukan Ketua Dewan Pengurus Bapor Korpri Provinsi Kaltim, A.M. Fitra Firnanda.

Sri menegaskan, keberadaan Bapor Korpri harus menjadi motor penggerak budaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan ASN. Olahraga tidak boleh hanya ramai ketika ada perlombaan atau kejuaraan, tetapi harus menjadi bagian dari keseharian aparatur.

Menurutnya, olahraga memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Aktivitas ini juga membentuk karakter, menanamkan disiplin, menjaga kebugaran, dan memperkuat persaudaraan di antara sesama ASN.

“Jangan hanya aktif ketika ada perlombaan atau kejuaraan, tetapi jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan budaya kerja aparatur,” pesannya.

Lebih jauh, Bapor Korpri Kukar diharapkan mampu menjaring dan membina potensi olahraga para anggota secara berkelanjutan. Pembinaan yang terarah diperlukan agar ASN Kukar tidak hanya aktif berolahraga, tetapi juga mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah dan Provinsi Kaltim dalam berbagai ajang olahraga Korpri.

Sri menilai, Korpri dan Bapor Korpri memiliki peran yang saling melengkapi. Korpri memperkuat profesionalisme dan pengabdian ASN, sementara Bapor Korpri membangun kebugaran, kesehatan, serta kekompakan anggotanya.

Jika kedua organisasi tersebut berjalan optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para ASN, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Jika keduanya berjalan dengan baik, kita akan memiliki organisasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu membangun sumber daya manusia aparatur yang sehat, berintegritas, kompeten, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *