Subscribe

Bukan Sekadar Wadah, Gekrafs Harus Jadi Penggerak Ekonomi Kaltim

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Ekonomi kreatif Kaltim tak boleh hanya ramai di panggung acara. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) didorong turun langsung menjadi bagian dari mesin pembangunan daerah.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meminta kepengurusan Gekrafs periode 2026–2031 tidak berhenti pada agenda organisasi. Setiap program yang bersinggungan dengan ekonomi kreatif, menurut dia, harus menjadi ruang bagi Gekrafs untuk hadir, bergerak, dan memberi dampak nyata.

“Setiap kegiatan yang melibatkan ekonomi kreatif, Gekrafs Kaltim harus hadir dan terlibat,” tegas Seno saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) II Gekrafs Kaltim di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Milono, Samarinda, Sabtu (3/10/2026).

Dalam Muswil tersebut, Seno Aji juga didaulat secara aklamasi sebagai Ketua Gekrafs Kaltim periode 2026–2031.
Ia menilai posisi Gekrafs strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menghubungkannya dengan gerakan ekonomi kerakyatan. Karena itu, kepengurusan baru diminta menyusun program yang lebih tajam dan punya manfaat langsung bagi masyarakat.

“Harapannya, Gekrafs Kaltim dapat menjadi penggerak pengembangan ekonomi kreatif dengan dukungan seluruh pihak di Bumi Kaltim,” pesannya.

Menurut Seno, potensi ekonomi kreatif Kaltim masih sangat terbuka. Dengan 21 subsektor ekonomi kreatif, pengembangannya tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, pemerintah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Ekonomi kreatif memiliki kurang lebih 21 subsektor sehingga perlu didukung penuh dalam pengembangannya,” sambungnya.

Karena itu, Seno berharap Gekrafs tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya pelaku ekonomi kreatif, tetapi mampu melahirkan gagasan, program, dan jejaring yang memperkuat ekonomi masyarakat.

“Keberadaan Gekrafs Kaltim harus mampu memberikan nilai yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Enam DPC Sudah Berdiri

Ketua Gekrafs Kaltim periode 2022–2026, Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim mengatakan fondasi organisasi di Kaltim telah mulai terbentuk. Saat ini terdapat enam DPC Gekrafs, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, dan Bontang.

Artinya, masih ada empat daerah yang ditargetkan segera memiliki kepengurusan Gekrafs.

Mirza mengatakan perjalanan Gekrafs Kaltim selama periode sebelumnya dilakukan tanpa dukungan APBD.

“Pelaksanaan program selama 2022 hingga 2026 dilakukan tanpa dukungan APBD, melainkan melalui swadaya pengurus dan sejumlah pihak di luar pemerintahan,” jelasnya.

Kini, estafet kepengurusan berganti. Tantangannya bukan sekadar memperbanyak struktur organisasi, tetapi memastikan geliat ekonomi kreatif benar-benar menjadi kekuatan baru dalam pembangunan Kaltim.

Muswil II Gekrafs Kaltim turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim HM Faisal, Kepala Brida Kaltim Fitriansyah, serta perwakilan DPP Gekrafs Gusti Satria bersama jajaran pengurus DPW Gekrafs Kaltim. (lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *