Subscribe

Debit Benanga Anjlok, Distribusi Air Samarinda Bergilir

2 minutes read

SAMARINDA – Warga Samarinda harus bersiap menghadapi distribusi air bersih yang tidak lagi mengalir normal. Perumda Tirta Kencana Samarinda memangkas pengambilan air baku dari Intake Benanga menjadi hanya sekitar 60 liter per detik, jauh di bawah kondisi normal yang mencapai 160–170 liter per detik.
Kebijakan itu diambil karena debit air baku terus menyusut. Perumda memilih menahan pengambilan agar sumber air tidak benar-benar kering dan pelayanan masih bisa dipertahankan.
Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin mengatakan produksi air tetap berjalan selama 24 jam. Namun, dengan debit yang terbatas, air tidak mungkin dialirkan secara maksimal ke seluruh pelanggan dalam waktu bersamaan.
“Normalnya kan 160–170 liter per detik. Kita batasi 60 liter per detik, takutnya mati total,” kata Kaharuddin di BPBD Kota Samarinda, Jalan Sentosa, Jumat (25/9/2026).
Konsekuensinya, pola distribusi diubah menjadi bergilir berdasarkan zona. Dua kawasan menjadi bagian dari pengaturan tersebut, yakni Panjaitan dan Gunung Kapur.
Artinya, ketika satu wilayah mendapat aliran, wilayah lainnya harus menunggu giliran. Penghentian aliran sementara bisa berlangsung hingga sekitar tiga hari sebelum distribusi kembali dialirkan.
“Enggak bisa kita optimalisasi ke pelanggan secara bersamaan. Kita upayakan secara bergilir,” ujarnya.
Kaharuddin mengatakan penggiliran ditargetkan maksimal sekitar tiga hari. Namun, kondisi di lapangan tetap bergantung pada ketersediaan air baku.
“Target kita tiga hari. Itu pun kita upayakan. Bisa dalam waktu hari keempat, mengalir lagi yang penggiliran tadi,” jelasnya.
Dipaksa Normal, Benanga Bisa Habis
Pembatasan debit bukan tanpa alasan. Jika pengambilan dipertahankan pada kondisi normal 160–170 liter per detik, cadangan air di Benanga justru berisiko terkuras dalam waktu singkat.
“Kalau kami normal kan di 160–170, mungkin dalam waktu empat hari sudah habis. Jadi warga malah kasihan juga,” beber Kaharuddin.
Karena itu, Perumda memilih mempertahankan sumber air agar pelayanan tidak berhenti total.
Di saat bersamaan, Perumda Tirta Kencana bersama BPBD Samarinda dan Balai Wilayah Sungai (BWS) mencari sumber air alternatif. Salah satu opsi yang tengah dimaksimalkan berada di kawasan lain yang berdasarkan analisis BWS masih memiliki cadangan sekitar 340 ribu meter kubik.
“Intinya mempertahankan kondisi sekarang, jangan sampai betul-betul stop total. Jadi kita mencari alternatif,” katanya.
Kapasitas pengambilan dari Benanga baru akan dinaikkan apabila hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah hulu dan kembali meningkatkan level waduk.
Sembari menunggu kondisi sumber air membaik, masyarakat diminta mengurangi pemakaian air untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
“Dengan kondisi seperti ini menjadi pelajaran buat kita semua untuk bijak dalam menggunakan air, beradaptasi dengan kondisi yang ada sekarang, hemat dalam menggunakan air,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *