Subscribe

Cadangan Air Baku Kaltim Menyusut, BWS Kalimantan IV dan PDAM Perketat Distribusi Air

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda bersama pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk mengamankan cadangan air baku di Kalimantan Timur yang kian menyusut akibat kemarau panjang. Pengetatan pola operasi sumber air hingga pembuatan sumur bor tambahan gencar dilakukan guna memperpanjang daya tahan pasokan air bersih.

Kepasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air BWS Kalimantan IV Samarinda Gus Agung Guntoro mengungkapkan bahwa khusus di Balikpapan, pihaknya telah membangun dua sumur dalam tambahan. Langkah ini diambil untuk menopang pasokan air baku, di mana salah satu sumur mampu menyuplai debit hingga 10 liter per detik.

Gus Agung menambahkan, jika hujan tak kunjung turun, pengambilan air dari Waduk Manggar Balikpapan akan disesuaikan secara bertahap sesuai sisa kapasitas tampung. Strategi ini terpaksa diterapkan agar layanan air bersih bagi warga Balikpapan tetap bisa bertahan setidaknya hingga akhir tahun.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Saharuddin mengakui bahwa tekanan ketersediaan air saat ini kian memprihatinkan. Pasokan air dari Waduk Manggar yang biasanya normal kini menyusut hingga tersisa 900 liter per detik, sehingga berdampak pada hampir 28 ribu pelanggan. Pihaknya kini memberlakukan sistem penggiliran distribusi air, mengoptimalkan IPA mobile, serta menyiapkan armada mobil tangki darurat.

Berbeda dengan Balikpapan, kondisi di Kota Samarinda saat ini masih tergolong aman meski mulai bergeser dari status normal ke tahap waspada. Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim menegaskan telah menyiagakan skenario penanganan terukur dan menyiapkan terminal tangki untuk mengantisipasi kawasan yang mengalami gangguan pasokan.

Menanggapi situasi ini, pengamat lingkungan Universitas Mulawarman Eko Haryadi mengingatkan bahwa fenomena krisis air ini tak boleh hanya disalahkan pada faktor alam semata. Menurutnya, alih fungsi lahan dan penurunan kualitas Daerah Aliran Sungai menjadi akar masalah yang harus dievaluasi total melalui penguatan tata kelola lingkungan dan penghematan air secara massal. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *