Subscribe

Gratispol Pendidikan Kaltim Tembus Rp449,6 Miliar, Penerima Naik Hampir 3 Kali Lipat

2 minutes read

SAMARINDA – Program Gratispol Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki tahun kedua dengan jangkauan penerima yang melonjak tajam.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 67.897 mahasiswa telah menerima manfaat program unggulan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji tersebut. Total bantuan yang sudah direalisasikan mencapai Rp316,22 miliar.
Angka itu jauh lebih besar dibandingkan tahun pertama pelaksanaan pada 2025. Saat itu, Gratispol Pendidikan menjangkau 24.890 mahasiswa dengan penyaluran Rp133,38 miliar.
Jika digabung, total penyaluran selama dua tahun telah mencapai Rp449,6 miliar. Lonjakan penerima menjadi salah satu gambaran besarnya ekspansi program yang dirancang Pemprov Kaltim untuk membuka akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Gratispol tidak hanya menyasar mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta di Kaltim. Program ini juga mencakup mahasiswa yang kuliah di luar daerah dan luar negeri, program kerja sama perguruan tinggi, pendidikan dokter spesialis, tenaga pendidik hingga jalur afirmasi.
Pada 2026, bantuan telah disalurkan melalui 7 perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta di Kaltim, program kerja sama empat perguruan tinggi, kerja sama dengan Unhas, 140 perguruan tinggi luar daerah, 39 perguruan tinggi untuk program khusus dokter spesialis dan tenaga pendidikan, serta 80 perguruan tinggi untuk program afirmasi.
Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran jauh lebih besar untuk program ini. Pagu Gratispol Pendidikan 2026 mencapai Rp1,3 triliun.
Rudy Mas’ud menyebut anggaran tersebut bukan sekadar belanja pemerintah, tetapi investasi untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan.
“Gratispol Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Kaltim bisa menempuh pendidikan hingga S1, S2 bahkan S3,” tegas Rudy.
Ia menilai persoalan ekonomi masih menjadi salah satu penghambat anak-anak Kaltim melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah memilih membuka akses melalui bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan program.
Rudy juga menegaskan tidak boleh ada anak Kaltim yang kehilangan kesempatan pendidikan hanya karena persoalan ekonomi.
“Kita tidak membeda-bedakan anak-anak Kaltim. Semua memiliki kesempatan yang sama. Karena itu, manfaatkan dengan baik Program Gratispol Pendidikan ini,” ujarnya.
Selain mahasiswa, intervensi pendidikan juga dilakukan pada jenjang SMA/SMK dan sederajat. Tahun ini Pemprov Kaltim kembali menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah senilai sekitar Rp1 juta per siswa, berupa sepatu, tas, seragam dan kebutuhan lainnya untuk 65 ribu siswa.
Dengan demikian, Gratispol tak hanya mengejar angka penerima bantuan. Program ini diarahkan menjadi instrumen pemerintah daerah untuk memastikan anak Kaltim tetap sekolah, bisa kuliah, dan memiliki peluang lebih besar memperbaiki taraf hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *