Subscribe

Agustus Jadi Puncak Karhutla, Tim Gabungan PPU Padamkan 89 Hektare Lahan Terbakar

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat kenaikan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun ini. Sejak Januari hingga 31 Agustus 2026, tim gabungan dari berbagai unsur berhasil memadamkan karhutla seluas 89,15 hektare dari total 84 kejadian. Lonjakan tajam terjadi pada Agustus dengan 62 kejadian, sementara sisanya tersebar sepanjang Januari hingga Juli.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah PPU Nurlaila mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada, segera melaporkan munculnya titik api, dan sama sekali tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan.

Berdasarkan rincian wilayah, Kecamatan Penajam menjadi area paling terdampak dengan 49 kali kejadian yang melahap lahan seluas 43,92 hektare. Kecamatan Waru mengonfirmasi 5 kali karhutla namun mencakup area terbakar seluas 20,75 hektare. Sementara itu, Kecamatan Babulu mencatat 22 kali kejadian dengan luas 22,24 hektare, dan Kecamatan Sepaku mengalami 8 kali karhutla dengan area terbakar seluas 2,26 hektare.

Proses pemadaman di lapangan tak lepas dari tantangan minimnya sumber air akibat musim kemarau. Kendati demikian, hambatan tersebut dapat diatasi berkat kolaborasi solid antarinstansi. Tim pemadam telah memetakan titik pasokan air serta menyiapkan cadangan pada tangki mobil, tangki armada, hingga beberapa bak penampungan.

Untuk area Penajam, Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan memanfaatkan bak penampungan dan sumur bor yang tersedia di setiap pos. Di wilayah Babulu, tim mengandalkan sumur di Desa Gunung Intan. Jika titik kebakaran berdekatan dengan sungai kecil atau embung, pemadaman dilakukan menggunakan mesin portabel.

Strategi pemanfaatan sumber air lokal juga diterapkan pada beberapa kasus besar. Karhutla di Kelurahan Sepan memanfaatkan air danau payau untuk pemadaman dan pendinginan selama enam hari. Pemadaman di kawasan Riko, jalur masuk Bandara VVIP, serta Pulau Balang turut mengandalkan embung yang berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian. Sementara BPBD dan Dinas Pertanian biasanya mengambil pasokan air dari sumur bor serta embung milik Disperkimtan dan kolam DLH di Komplek Islamic Center.

Apresiasi tinggi diberikan kepada seluruh pihak yang sigap menangani karhutla di lapangan. Sinergi ini melibatkan jajaran pemerintah, kepolisian, TNI, lurah, kepala desa, ketua RT, hingga kelompok relawan seperti Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Peduli Api, dan sektor dunia usaha. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *