Inovasi Madu Kelulut Samboja Barat, KTH Raja Alam Lestari Sulap Produk Turunan Jadi Cuan
Samarinda, nusaetamnews.com : Usaha budidaya lebah madu kelulut (Trigona Sp) di Kabupaten Kutai Kartanegara makin menunjukkan taringnya. Kelompok Tani Hutan (KTH) Raja Alam Lestari di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, berhasil mengolah hasil panen lebah murni menjadi beragam produk turunan bernilai jual tinggi yang terbukti mendongkrak pendapatan anggotanya.
Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim Rusmadi mengapresiasi terobosan kreatif ini. Komoditas yang semula hanya dijual mentah kini disulap menjadi kapsul bee pollen, cuka madu, tetes mata trigona, lulur wajah kopi, hingga semir sepatu trigona. Pilihan budidaya lebah kelulut dinilai sangat strategis karena perawatannya tergolong mudah, tidak membutuhkan area khusus, serta hemat modal, namun harga jual produk di pasaran terbilang tinggi untuk kebutuhan kesehatan maupun kosmetik.
Efisiensi produksi KTH Raja Alam Lestari juga ditopang oleh pemanfaatan bahan swadaya dan daya dukung vegetasi hutan Samboja Barat yang melimpah sebagai pakan alami lebah. Inovasi ini tak hanya memberikan edukasi mengenai pengolahan produk bernilai tambah, tetapi juga terbukti ampuh menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat desa sekitar.
Menariknya, dampak keberhasilan ekonomi ini meluas hingga ke sektor lingkungan. Kehadiran budidaya lebah trigona secara langsung mampu membangkitkan kesadaran dan kepedulian warga setempat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Bagi mereka, menjaga ekosistem hutan tetap hijau adalah kunci utama agar pasokan pakan lebah melimpah dan roda perekonomian warga terus berputar. (ant/one)