Subscribe

Bantu Pedalaman Mahulu, Pemprov Kaltim dan Bulog Pasok 62 Ton Beres Cadangan Pangan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat menanggulangi ancaman kerawanan pangan di kawasan pedalaman dan perbatasan. Berkolaborasi dengan Perum Bulog, Pemprov Kaltim segera menyalurkan 62,14 ton beras cadangan pangan untuk 3.107 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa bantuan beras ini dikirim berdasarkan surat permohonan resmi dari Pemkab Mahulu. Langkah ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tak ada warga Kaltim yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Penyaluran beras bantuan ini dialokasikan secara presisi:

  • Kecamatan Long Apari: 1.378 KK
  • Kecamatan Long Pahangai: 1.729 KK
  • Porsi Bantuan: Masing-masing KK menerima jatah 20 kilogram beras.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, memastikan kualitas beras medium dari gudang Bulog tersebut berada dalam kondisi sangat aman. Pengujian laboratorium oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) mengonfirmasi beras bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, logam berat, hingga pestisida.

Secara teknis, Bulog memerlukan waktu 4-5 hari untuk proses re-packing beras ke dalam kemasan 5 kilogram. Pengiriman tahap awal dari Samarinda menuju Ujoh Bilang (Long Bagun) bakal mengerahkan sekitar 15 unit truk berkapasitas 4 ton, dengan ongkos angkut yang ditanggung penuh oleh Pemprov Kaltim.

Untuk pendistribusian lanjutan dari Ujoh Bilang menuju lokasi tujuan, Pemkab Mahulu memegang kendali armada dengan memanfaatkan kendaraan double cabin ke Long Pahangai serta perahu ces menyusuri sungai menuju Long Apari. Langkah darurat berlandaskan Perpres dan Pergub Kaltim tentang CPPD ini melengkapi rentetan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sebelumnya intens digelar Pemkab Mahulu di wilayah terdepan Kaltim. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *