Subscribe

Waspada Cuaca Ekstrem, Kolaborasi El Nino Kuat dan IOD Positif Berpotensi Picu Kemarau Panjang di Kaltim hingga 2027

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kombinasi fenomena El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diproyeksikan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering hingga awal 2027.

Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, menjelaskan bahwa El Nino saat ini sudah berada pada kategori aktif dan intensitas kuat. Indeks Nino 3,4 telah menyentuh angka 1,56, melampaui ambang batas kategori kuat di angka 1,5. Kondisi ini diperkirakan bertahan setidaknya hingga kuartal pertama 2027.

Ancaman kekeringan kian berlipat lantaran fenomena IOD diprediksi bergeser dari fase netral menuju IOD positif pada rentang September hingga Desember. Jika kedua anomali suhu permukaan laut di Pasifik dan Samudra Hindia ini terjadi bersamaan, pasokan uap air akan berkurang drastis sehingga menciptakan skenario kemarau yang jauh lebih kering.

Untuk wilayah Kaltim sendiri, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung sepanjang Agustus 2026. Hal ini didukung oleh pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang menunjukkan sejumlah daerah, khususnya Kaltim bagian selatan, telah masuk kategori HTH menengah akibat terpaan massa udara kering dari arah timur.

Mengenai hujan yang masih turun dalam beberapa hari terakhir, BMKG menegaskan bahwa fenomena tersebut bersifat sementara akibat dinamika gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin. Masyarakat diimbau tidak terlena dan diminta memanfaatkan curah hujan yang ada untuk menampung pasokan air serta meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi dampak kekeringan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *