Subscribe

Ekonomi Tumbuh dan Pengangguran Turun, Angka Kemiskinan di Kaltim Melandai jadi 5,14 Persen

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,05 persen pada Maret 2026 jika dibandingkan dengan periode September 2025. Tren positif ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi daerah yang solid serta menurunnya tingkat pengangguran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa ekonomi Kaltim tumbuh 2,99 persen pada triwulan pertama 2026. Sektor perdagangan, reparasi mobil, dan sepeda motor menjadi penopang utama pertumbuhan ini, di samping penyerapan tenaga kerja yang berhasil menekan tingkat pengangguran sebesar 0,06 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, persentase penduduk miskin Kaltim pada Maret 2026 berada di angka 5,14 persen atau setara dengan 200,64 ribu orang. Angka ini berkurang sekitar 1,40 ribu orang dibandingkan September 2025 yang sempat menyentuh 202,04 ribu orang.

Jika ditinjau dari wilayah tempat tinggal, tren kemiskinan menunjukkan dinamika yang berbalik antara kota dan desa:

Kawasan Perkotaan: Persentase penduduk miskin sukses turun dari 4,31 persen (116,95 ribu orang) pada September 2025 menjadi 4,15 persen (113,41 ribu orang) pada Maret 2026.
Kawasan Perdesaan: Persentase penduduk miskin justru naik dari 7,24 persen (85,09 ribu orang) menjadi 7,42 persen (87,23 ribu orang) pada periode yang sama.

Dalam pengukuran ini, BPS menetapkan Garis Kemiskinan (GK) Kaltim sebesar Rp935.662 per kapita per bulan. Porsi terbesar standar kebutuhan ini masih didominasi oleh kelompok makanan dengan kontribusi mencapai 70,26 persen (Rp657.426), sementara kebutuhan non-makanan menyumbang 29,74 persen (Rp278.236).

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di Kaltim sebanyak 5,12 orang, maka batas Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin tercatat sebesar Rp4.790.589 per bulan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *