Tekan Inflasi Semester II, BI Balikpapan dan Pemda Perkuat Rantai Pasok Pangan
[16.31, 6/8/2026] Om Setia Wirawan Halo Card: Balikpapan, nusaetamnews.com : Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan menyiapkan serangkaian strategi untuk mengamankan stabilitas harga pada semester II 2026. Langkah ini diambil usai tekanan inflasi di Kota Balikpapan mulai mereda, sementara tingkat inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil ditekan hingga di bawah angka nasional berkat melimpahnya pasokan pangan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa perkembangan Indeks Harga Konsumen di Balikpapan dan PPU pada Juli 2026 secara umum tetap mencatatkan inflasi. Kendati demikian, tekanannya jauh melandai ketimbang periode bulan sebelumnya.
Secara bulanan, Balikpapan mencatatkan inflasi sebesar 0,25 persen, sedangkan PPU berada di angka 0,28 persen. Jika dilihat secara tahunan, inflasi Balikpapan berada di level 3,06 persen—sedikit di atas inflasi nasional 2,88 persen—sementara PPU bertahan di angka 2,34 persen.
Tekanan inflasi di Balikpapan utamanya dipicu oleh kelompok transportasi dan komoditas pendukung seperti bensin, oli mesin, biaya servis kendaraan, bakso siap santap, hingga sawi hijau. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh penyesuaian harga Pertamax serta naiknya biaya operasional produksi.
Meski begitu, laju inflasi Balikpapan berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah bahan pangan utama seperti cabai rawit, tomat, dan bawang merah, serta ditopang oleh penurunan tarif angkutan udara dan harga emas perhiasan.
Di sisi lain, inflasi di PPU didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan harga komoditas seperti daging ayam ras, ikan tongkol, ikan layang, bensin, serta bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang utama akibat keterbatasan pasokan dan penyesuaian harga energi. Namun, melimpahnya pasokan hortikultura dari daerah sentra berhasil menahan lonjakan harga lebih lanjut.
Menghadapi semester II 2026, BI mencatat beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai. Ancaman penurunan produksi akibat musim kemarau dan El Nino di Pulau Jawa sebagai pemasok utama, hingga lonjakan permintaan pangan seiring operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi tantangan yang harus diantisipasi.
Guna menjaga stabilitas harga dan daya beli warga, BI bersama Pemda memperkuat Gerakan Pangan Murah, mengoptimalkan koordinasi TPID, menggelar workshop TANI CAMP 2026 untuk menggenjot produktivitas lok
[16.31, 6/8/2026] Om Setia Wirawan Halo Card: al, serta memperluas cakupan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera di Balikpapan, PPU, dan Paser. (ant/one)