Subscribe

Sektor Akomodasi dan Kuliner Merekah, Ekonomi Kaltim Tumbuh 3,17 Persen di Semester I 2026

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum di Kalimantan Timur mencatatkan lonjakan kinerja signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan di sektor hospitality dan kuliner tersebut menjadi salah satu penggerak utama yang mendongkrak ekonomi Bumi Etam tumbuh 3,17 persen pada semester I 2026 secara tahunan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim, Mas’ud Rifai, menyampaikan bahwa laju ekonomi Kaltim disokong oleh performa positif dari hampir seluruh lapangan usaha. Hanya sektor jasa keuangan dan asuransi yang tercatat mengalami kontraksi tipis sebesar 0,55 persen.

Berdasarkan data BPS, terdapat tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum melaju paling kencang dengan pertumbuhan 14,86 persen, disusul sektor informasi dan komunikasi sebesar 13,24 persen, serta perdagangan besar, eceran, hingga reparasi kendaraan yang tumbuh 13,21 persen.

Dari sisi kontribusi langsung, sektor perdagangan dan otomotif memberikan andil positif terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 0,86 persen. Sektor industri pengolahan menyusul dengan sumbangan 0,53 persen, sementara lapangan usaha konstruksi menyumbangkan 0,28 persen.

Dilihat dari komponen pengeluaran, pertumbuhan paling menanjak dicatatkan oleh konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga sebesar 5,88 persen, diikuti konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat di angka 5,01 persen. Komponen lain seperti pengeluaran pemerintah, investasi atau pembentukan modal tetap bruto, hingga ekspor barang dan jasa turut mencatatkan tren positif masing-masing 3,48 persen, 2,86 persen, dan 1,51 persen.

Secara akumulatif, nilai Produk Domestik Regional Bruto Kaltim atas dasar harga berlaku pada semester I 2026 menembus angka Rp475,74 triliun. Angka ini ditopang oleh kinerja triwulan I sebesar Rp229,07 triliun dan triwulan II sebesar Rp246,66 triliun.

Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penyumbang nominal PDRB terbesar, yakni Rp76,63 triliun pada triwulan I dan naik menjadi Rp85,07 triliun pada triwulan II. Sementara itu, sektor industri pengolahan menyumbang Rp44,41 triliun di triwulan I dan Rp49,57 triliun di triwulan II, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang konsisten berkontribusi di kisaran Rp21 triliun hingga Rp22 triliun per triwulan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *