Redam Inflasi 3,77 Persen, Pemkot Samarinda Geber Pangan Murah Hingga Amankan Stok BBM
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota Samarinda memperketat langkah pengendalian inflasi setelah Badan Pusat Statistik mencatat laju inflasi tahunan daerah tersebut berada di angka 3,77 persen. Intervensi beruntun langsung disiapakan guna mengamankan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda, Nadya Turisna, menyampaikan bahwa Pemkot memilih berfokus pada komoditas yang berdampak langsung terhadap pengeluaran harian warga. Kendati kenaikan Indeks Harga Konsumen turut disumbang sektor nonpangan seperti emas perhiasan dan tarif penerbangan, keterjangkauan bahan pangan tetap menjadi prioritas utama.
Guna menahan lonjakan harga dari sisi pasokan, Pemkot Samarinda mengoptimalkan peran Perumda Varia Niaga untuk memasok ayam beku seharga Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Pemangkasan rantai distribusi ini menjadi opsi alternatif yang ramah kantong ketimbang harga pasar, sekaligus membatasi celah spekulasi pedagang.
Sebagai pelengkap sumber protein terjangkau, pemerintah daerah juga menyediakan ikan layang beku seharga Rp32.000 per kilogram untuk memperluas pilihan pangan murah bagi warga.
Strategi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah turut diubah agar tidak memicu gesekan ekonomi dengan pasar tradisional. Dari hasil evaluasi, lokasi GPM dipindahkan dari dalam pasar ke kawasan permukiman warga. Langkah ini diambil agar manfaat harga miring tetap sampai ke masyarakat tanpa mengganggu mata pencaharian pedagang pasar.
Penerapan strategi anyar ini direalisasikan melalui gelaran Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Al-Ikhlas, Perumahan Bumi Alam Indah, Kelurahan Lempake pada 5-6 Agustus 2026. Lintas instansi mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perdagangan, Perum Bulog, hingga Dinas Perikanan diterjunkan untuk menyediakan beras SPHP, Minyakita, telur, hingga produk perikanan di bawah harga pasar.
Tak hanya sektor pangan, stabilitas pasokan energi turut diperketat lewat koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perhubungan. Stok BBM di Depo Juanda dipastikan berada dalam posisi aman, dengan ketersediaan Pertalite sebanyak 7.463 kiloliter dan Biosolar 2.496 kiloliter.
Untuk memangkas antrean kendaraan yang berpotensi menghambat arus distribusi barang, seluruh SPBU di Samarinda diinstruksikan mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WITA dengan pengawalan petugas penata arus. Pemkot Samarinda optimistis sinergi erat bersama BUMD, BUMN, dan instansi vertikal ini mampu menekan tekanan inflasi secara bertahap.(ant/one)