Subscribe

Pemkab Kutai Timur Perkuat Edukasi Menyeluruh untuk Putus Rantai Penularan HIV/AIDS

2 minutes read

Sangatta, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kalimantan Timur, memperkuat edukasi secara menyeluruh untuk memutus rantai penyebaran HIV/AIDS. Langkah ini diambil sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat sekaligus menekan tingginya angka penularan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 285 kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) yang berhasil diidentifikasi.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meminimalisir penyebaran virus tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah mengintensifkan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk melibatkan elemen perusahaan swasta.

Ke depan, strategi sosialisasi akan disempurnakan agar menyasar akar penyebab penularan. Pendekatan pencegahan sejak dini juga akan diperkuat melalui edukasi berbasis keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah.

Mahyunadi juga meminta Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutai Timur untuk tidak sekadar fokus pada pendataan dan penyuluhan. KPAD diharapkan memberikan pendampingan intensif kepada kelompok berisiko melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan pembinaan moral agar mereka dapat menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menghapus stigma negatif di masyarakat. Stigma tersebut sering kali membuat penderita takut memeriksakan diri atau menjalani pengobatan. Di sisi lain, para penderita juga diingatkan akan tanggung jawab moral untuk rutin berobat dan mencegah penularan kepada orang lain.

Dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS yang digelar KPAD Kutim pada Jumat (24/7/2026), Mahyunadi menegaskan perlunya tindakan konkret dan efektif agar lonjakan kasus dapat diredam secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa estimasi kelompok masyarakat berisiko terinfeksi HIV/AIDS di Kutim mencapai 23.000 orang. Namun, saat ini baru sekitar 34 persen dari target tersebut yang berhasil dijangkau melalui layanan skrining.

Yuwana menjelaskan bahwa penemuan 285 kasus baru hingga Mei 2026 merupakan langkah positif dalam deteksi dini. Semakin banyak kasus yang teridentifikasi, semakin cepat penderita mendapatkan akses pengobatan sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Saat ini, layanan penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur telah tersebar di 31 fasilitas kesehatan, yang mencakup 21 puskesmas, tiga rumah sakit pemerintah, tujuh rumah sakit swasta, dan satu klinik.

Berdasarkan indikator global WHO, capaian penanganan di Kutai Timur hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa 72 persen ODHIV telah menjalani terapi Antiretroviral (ARV), 61 persen telah melakukan pemeriksaan viral load, dan 58 persen pasien telah mencapai kondisi viral load tersupresi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *