Subscribe

Jaga Ekosistem Pesisir 239 Ribu Hektare, Pemprov Kaltim Gencarkan Konservasi Mangrove dan Edukasi Lingkungan

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat aksi konservasi dan edukasi lingkungan demi menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayahnya yang kini mencakup luas 239.805 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur, Joko Istanto, menyatakan bahwa strategi ini diterapkan untuk memastikan ekosistem pesisir tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sabuk hijau di wilayah nusantara.

Joko mengungkapkan, luasan ekosistem mangrove tersebut mengacu pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 3438 Tahun 2025 tertanggal 23 Desember 2025 tentang Peta Mangrove Nasional Tahun 2025.

Berdasarkan data resmi tersebut, Kalimantan Timur kini menempati posisi sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem mangrove terluas di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Joko dalam rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dipusatkan di Pantai Lamaru, Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan bahwa aksi penanaman mangrove di Pantai Lamaru dirancang secara terukur sebagai turunan langsung dari implementasi Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (Renaksi-KKMD) Provinsi Kalimantan Timur Periode 2025–2029.

Kegiatan penanaman massal tersebut berlokasi di area pesisir Pantai Lamaru, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Target pemulihan ekosistem ini menyasar lahan seluas kurang lebih 1,2 hektare dengan total 12.000 bibit mangrove yang ditanam dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, periode 24–26 Juli 2026, sebanyak 3.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di lokasi tersebut. Selanjutnya, pada tahap kedua periode 27 Juli–3 Agustus 2026, akan ditanam sebanyak 8.800 bibit yang terdiri atas 7.800 spesimen Rhizophora mucronata dan 1.000 spesimen Rhizophora apiculata.

Joko menegaskan bahwa upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Benua Etam tidak hanya berfokus pada aksi fisik di lapangan, tetapi juga ditanamkan secara berkelanjutan melalui pendidikan karakter.

Sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan Pemprov Kaltim terhadap wawasan lingkungan di satuan pendidikan, pada kesempatan yang sama turut diserahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.

Tahun ini, penghargaan tersebut berhasil diraih oleh 22 sekolah di Kalimantan Timur atas komitmen dan konsistensinya menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Keberhasilan seluruh program pengelolaan lingkungan hidup ini tidak terlepas dari kepemimpinan, komitmen, serta kebijakan visioner Gubernur Kalimantan Timur, yang didukung secara sinergis oleh instansi lintas sektor, mitra pembangunan, dan komponen masyarakat luas. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *