Subscribe

Tembus 2.700 Kasus di Kutim, Bupati Kampanyekan Jurus “CERDIK” Buat Jinakkan Penyakit Jantung

2 minutes read

Sanggatta, nusaetamnews.com :  Penyakit jantung ternyata bukan lagi sekadar urusan orang tua. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), penyakit yang sering dijuluki si pembunuh senyap (silent killer) ini diam-diam mulai mengincar usia produktif bahkan anak-anak.

Merespons kondisi yang mulai mengkhawatirkan ini, Pemerintah Kabupaten Kutim langsung tancap gas mengampanyekan gaya hidup “CERDIK” sebagai tameng utama pencegahan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” bukan cuma jargon basi. Pencegahan adalah jalan pintas terbaik biar terhindar dari perawatan medis yang lama dan bikin kantong jebol.

“Masyarakat harus konsisten menerapkan pola hidup sehat melalui gerakan CERDIK, termasuk membiasakan pola hidup sehat melalui Gerak Sehat Prolanis 3-3-5, yakni 3 menit jalan santai, 3 menit jalan cepat yang diulang sampai 5 kali,” ujar Ardiansyah, Kamis (2/7).

Biar enggak penasaran, ini dia rangkuman resep CERDIK ala Pemkab Kutim:

  • Cek kesehatan secara berkala.
  • Enyahkan asap rokok (bye-bye rokok & vape!).
  • Rajin melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
  • Diet sehat dengan kalori yang seimbang.
  • Istirahat yang cukup (jangan hobi begadang!).
  • Kelola stres dengan baik.

Data Ngeri Jantung di Kutim: Angka Kasus Masih Tinggi

Sebagai catatan, tren kasus penyakit jantung di Kutim memang butuh perhatian ekstra. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat:

  • Sepanjang tahun 2025: Tercatat ada 4.812 kasus.
  • Hingga pertengahan 2026: Angka kasus sudah menyentuh 2.736 kasus.

Sejauh ini, penyakit jantung masih mendominasi alasan pasien harus rawat inap sekaligus menjadi penyebab kematian terbanyak, khususnya pada kelompok usia 45 tahun ke atas. Gara-gara sering muncul tanpa gejala awal, deteksi dini kini jadi harga mati yang terus diperluas oleh pemerintah.

YJI Kutim Pasang Badan: Kini Mulai Serang Usia Produktif

Momen pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutim periode 2026-2031 pun dijadikan momentum untuk memperkuat benteng pertahanan ini. YJI bakal dipasang sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengedukasi warga.

Siti Robiah, Ketua YJI Kutim yang baru dilantik, menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah besar untuk mengabdi, bukan sekadar gaya-gayaan. Apalagi, tantangan ke depan dipastikan bakal lebih menantang.

“Pelantikan ini menjadi momentum bagi seluruh pengurus untuk segera merealisasikan program kerja nyata di lapangan. YJI Kutim dihadapkan pada tantangan nyata berupa tingginya kasus penyakit jantung yang kini mulai bergeser menyerang usia produktif dan anak-anak,” ungkap Siti Robiah. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *