Subscribe

Listrik Samarinda Sering Biarpet, DPRD Desak PLN Transparan dan Gerak Cepat

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Kebijakan pemadaman listrik berkala yang melanda Kota Samarinda akhir-akhir ini memicu perhatian serius dari legislatif. Gimana enggak? Pemadaman ini dinilai sangat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang hidupnya bergantung pada stabilitas daya listrik.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, sempat menduga bahwa persoalan ini berakar pada krisis pasokan energi primer ke sistem kelistrikan PLN, mirip dengan kasus kelangkaan daya di wilayah lain.

Menurut Rohim, ketidakseimbangan antara pasokan daya dan lonjakan beban kerja kelistrikan biasanya jadi pemicu utama. Namun, jika masalahnya ada di sektor hulu, kuncinya ada di pemerintah pusat lewat koordinasi PLN dan Kementerian ESDM.

“Pemerintah daerah memiliki ruang yang sangat terbatas untuk mengambil langkah ataupun intervensi teknis. Oleh sebab itu, kami sangat berharap permasalahan ini segera teratasi karena dampaknya nyata dalam mengganggu aktivitas sosial dan roda ekonomi masyarakat,” ujar politikus PKS tersebut, Kamis (2/7).

Tolong Dong, PLN Jangan Mendadak!

Selain mendesak solusi permanen, Rohim meminta manajemen PLN untuk lebih transparan dan komunikatif. Ia menekankan pentingnya sosialisasi jadwal pemadaman agar warga dan pelaku usaha bisa bersiap-siap.

“Pemberitahuan mengenai penghentian aliran daya seharusnya disampaikan jauh-jauh hari agar pelanggan tidak dirugikan oleh pemadaman mendadak. Minimal dua atau tiga hari sebelumnya sudah diumumkan, supaya masyarakat bisa bersiap-siap,” tegasnya.

PLN Buka Suara: “Ini Gangguan Teknis PLTGU, Bukan Krisis Batu Bara”

Merespons keluhan tersebut, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN, Annisa Nabiha, langsung memberikan klarifikasi. Ia memastikan bahwa pemadaman berkala di Samarinda murni karena gangguan operasional, bukan karena kelangkaan batu bara atau bahan bakar pembangkit.

“Kami pastikan kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara yang saat ini statusnya sangat aman dan cukup. Gangguan sebenarnya dipicu oleh kendala teknis pada salah satu komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU),” jelas Annisa.

Masalah teknis pada komponen PLTGU tersebut langsung memengaruhi stabilitas distribusi daya pada sistem interkoneksi Kalimantan. Saat ini, tim teknis PLN sedang bekerja ekstra mengoptimalkan infrastruktur cadangan agar pemulihan distribusi bisa all-out dan lebih cepat.

“Saat ini seluruh pembangkit yang terhubung terus diupayakan untuk memaksimalkan pasokan listrik ke pelanggan agar situasi kembali normal sesegera mungkin,” pungkasnya.

Tips Buat Warga Samarinda:

Agar tidak ketinggalan informasi dan bisa melakukan langkah mitigasi, PLN mengimbau warga untuk memantau pembaruan jadwal pemadaman secara berkala melalui saluran WhatsApp resmi PLN area Samarinda. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *