Gaspol Mandiri Ekonomi! Dinsos Kaltim Guyur Stimulus Usaha Rp5 Juta untuk 100 Keluarga Rentan di Bontang
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) kembali bergerak nyata dalam misi pengentasan kemiskinan ekstrem. Kali ini, sebanyak 100 keluarga rentan di Kota Bontang resmi mendapatkan pembinaan intensif sekaligus suntikan modal usaha masing-masing senilai Rp5 juta dalam bentuk peralatan kerja.
Langkah taktis ini diambil agar para penerima manfaat bisa segera level up menuju kemandirian ekonomi.
“Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) ini merupakan komitmen Pemprov Kaltim untuk mendukung masyarakat miskin meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi mereka,” ujar Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim, Saprudin Saida Panda, Rabu (1/7).
Program di Kota Taman—julukan Bontang—ini merupakan chapter lanjutan setelah Dinsos Kaltim sukses menggelar agenda serupa di Kota Balikpapan dengan jumlah kuota sasaran yang sama.
Seleksi Ketat via Data Tunggal, Dijamin Tepat Sasaran
Biar gak ada cerita bantuan “salah alamat,” Dinsos Kaltim memastikan seluruh warga penerima manfaat telah melewati proses screening dan verifikasi ketat berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Panda berharap stimulus berupa alat usaha ini bisa menjadi pemantik (trigger) bagi warga untuk berani memulai merintis usaha baru atau mengepakkan sayap sektor usaha mikro yang sudah mereka jalani.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai modal usaha yang produktif sehingga mampu meningkatkan penguatan ekonomi keluarga,” tambah Panda.
Kolaborasi Pemprov & Pemkot: Kawal Sampai Berhasil!
Proyek pemberdayaan ini mengedepankan sinergi lintas instansi. Dinsos Kaltim bakal memperluas jangkauan program ini ke kabupaten/kota lain di Kaltim secara berkala. Di sisi lain, Dinsos Kota Bontang pasang badan untuk memberikan pendampingan yang intensif di lapangan.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Ahmad Yani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi besar Pemprov Kaltim terhadap warganya. Dengan adanya pendampingan ketat ini, pemanfaatan bantuan dipastikan akan tetap on-track dan berdaya guna.
“Kami harapkan langkah ini mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Kaltim secara menyeluruh,” pungkas Panda optimis. (ant/one)