Subscribe

Bye Tambang, Welcome Wisata Bahari! Pemkab Kutim Sulap Pulau Miang Jadi Destinasi Eco-Tourism

2 minutes read

Sangatta , nusaetamnews.com : Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, perlahan tapi pasti mulai mengubah image-nya. Kalau dulu daerah ini identik banget sama industri pertambangan, sekarang Kutim mulai dilirik dunia internasional berkat pesona wisata alamnya. Salah satu destinasi yang lagi naik daun dan siap dikembangkan jadi ikon eco-tourism (wisata ramah lingkungan) adalah Pulau Miang.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pengembangan Pulau Miang yang terletak di Kecamatan Sangkulirang ini wajib menerapkan aturan ketat: Cuan jalan terus, tapi ekosistem laut dan pesisir haram dirusak!

“Dulu Kabupaten Kutim dikenal karena tambangnya, tapi kini mulai bergeser. Banyak yang datang karena keindahan alam dan lautnya, salah satunya daya tarik wisata bahari di Pulau Miang,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Selasa.

Pesona Pulau Miang: Surga Hidden Gem di Kutim

Nggak heran kalau Pemkab Kutim protektif banget sama pulau ini. Pulau Miang punya paket lengkap yang bisa bikin pencinta jalan-jalan jatuh cinta:

  • Surga Bawah Laut: Air lautnya yang sejernih kristal jadi rumah super nyaman buat terumbu karang warna-warni dan beragam jenis ikan. Spot ini recommended banget buat aktivitas snorkeling dan scuba diving.
  • Ekosistem Mangrove: Dikelilingi hutan bakau yang masih hijau, asri, dan terjaga kelestariannya.
  • Sumur Air Tawar Misterius: Di pulau seluas 727.000 hektare ini, ada sumur air tawar unik yang nggak pernah kering sedikit pun meski dilanda musim kemarau panjang. Sumur inilah yang jadi penyelamat kebutuhan air warga lokal sekaligus bikin wisatawan penasaran.

Saat ini, beberapa destinasi ikonik di sana seperti Kampung Bahari Nusantara, Gusung Sappalage, hutan mangrove, hingga Bukit Pandang, semuanya kompak dikelola dengan mempertahankan keaslian alamnya.

Lampu Hijau Buat Investor, tapi Ada Syaratnya!

Bupati Ardiansyah menyatakan bahwa Pemkab Kutim membuka pintu selebar-lebarnya buat para investor maupun masyarakat yang ingin ikut andil mengembangkan pariwisata Pulau Miang.

Namun, ada satu komitmen tanpa kompromi yang wajib dipatuhi: Semua pembangunan harus ramah lingkungan dan taat aturan tata ruang.

“Pengembangan kawasan wisata di Pulau Miang tetap terbuka bagi investor maupun masyarakat. Namun, seluruh aktivitas pembangunan harus mengikuti aturan tata ruang dan tidak merusak lingkungan pesisir maupun ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama,” tegas Bupati usai meluncurkan Sekolah Lansia di Kantor Bupati Kutim.

Salah satu aturan konkret yang nggak bisa ditawar adalah larangan keras mendirikan bangunan apa pun di atas area terumbu karang. Lewat strategi sustainable tourism ini, Pemkab Kutim pengen memastikan kalau keindahan Pulau Miang nggak cuma bisa dinikmati hari ini, tapi juga tetap utuh buat generasi masa depan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *