Subscribe

Rayakan HUT ke-26 Margo Kencono, Pemkab Kutim Jamin Ruang Ekspresi Seni Nusantara di Sangatta

2 minutes read

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) berkomitmen penuh menjadikan keberagaman suku dan budaya di wilayahnya sebagai motor penggerak persatuan, sekaligus modal sosial pembangunan daerah. Pemda memastikan seluruh paguyuban, lembaga adat, dan pegiat seni lokal mendapatkan panggung ekspresi yang inklusif untuk merawat warisan leluhur.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri malam puncak peringatan Hari Jadi ke-26 Paguyuban Margo Kencono yang digelar meriah di Lapangan Margo Sentoso II, Sangatta Utara, Sabtu (20/6/2026) malam.

“Beragam seni dan budaya nusantara yang dilestarikan penduduk Kutim di desa-desa maupun kelurahan adalah aset tak ternilai, sekaligus menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Senin (22/6/2026).

Keberagaman Budaya Jadi Perekat Sosial

Ardiansyah menekankan bahwa heterogenitas latar belakang budaya di Kutim bukan merupakan pemisah, melainkan inkubator interaksi positif dan saling menghargai antarsuku.

Guna menjaga ekosistem budaya ini tetap hidup lintas generasi, Pemkab Kutim mengagendakan dukungan konkret melalui dua jalur utama:

  • Fasilitasi Kreatif: Penyelenggaraan berbagai festival budaya berskala berkala sebagai wadah unjuk gigi seni lokal dan pendatang.
  • Penguatan Kelembagaan: Sokongan penuh terhadap penguatan kelembagaan adat di tingkat kabupaten hingga desa.

“Budaya tidak terpisahkan dari pembangunan. Keberadaannya justru menjadi pendorong semangat dan perekat sosial yang membuat tiap komunitas tetap kompak melangkah maju di tengah kemajemukan masyarakat,” tambahnya.

26 Tahun Konsistensi Reog Ponorogo di Bumi Etam

Sementara itu, Ketua Paguyuban Margo Kencono, Andi Satyo, membeberkan perjalanan panjang organisasinya yang dibentuk sejak 1998 dan resmi terdaftar di Badan Kesbangpol Kutim pada tahun 2000 lalu. Selama lebih dari dua dekade, paguyuban ini secara konsisten menjadi garda depan pelestarian kesenian Reog Ponorogo di Kaltim.

Pada perayaan hari jadi tahun ini, Margo Kencono mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menguatkan Identitas Budaya” dengan menggebrak panggung lewat penampilan simultan dari lima kelompok seni reog.

Festival rakyat yang dipadati lautan warga Sangatta tersebut menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi bernilai universal dan ampuh menjadi instrumen pemersatu perbedaan di akar rumput. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *