Subscribe

Masuk Warisan Geologi, Pemprov Kaltim Perketat Proteksi Air Dua Rasa Labuan Cermin

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperketat pengawasan dan proteksi terhadap ekosistem Danau Labuan Cermin di Kabupaten Berau. Langkah ini diambil guna menjaga kelestarian objek wisata tersebut sebagai warisan geologi (geoheritage) dunia yang memiliki keunikan fenomena alam “air dua rasa”.

Pemerintah daerah kini melarang keras segala bentuk aktivitas manusia yang berpotensi merusak vegetasi alami, mengikis batuan karst, maupun mencemari kejernihan air danau yang legendaris itu.

“Kami terus mengimbau pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan membuang sampah sembarangan demi mendukung pelestarian pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Plt Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, di Samarinda, Sabtu (20/6/2026).

Situs Geoheritage Berusia Belasan Juta Tahun

Danau yang terletak di Kampung Biduk-Biduk ini bukan sekadar destinasi wisata estetik. Labuan Cermin menyimpan keunikan hidrologi langka, yakni pertemuan presisi antara lapisan air tawar di permukaan dan air asin di bagian dasar danau.

Karena keunikan dan nilai ilmiahnya yang tinggi, kawasan ini resmi mengantongi status penting dari pusat:

  • Status: Warisan Geologi (Geoheritage) Nasional sejak 2024.
  • Legalitas: Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024.
  • Afiliasi: Komponen geologi unggulan di bawah naungan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.

Secara ilmiah, karakteristik danau terbentuk dari sistem bentang alam karst kuno. Kawasan ini memiliki kontak batu gamping klasik dengan napal dari formasi domaring yang diperkirakan telah berumur sekitar 12 hingga 15 juta tahun. Struktur geologinya dipengaruhi oleh aktivitas sesar Mangkalihat yang memicu munculnya mata air khusus.

Garda Depan Pengawasan di Lapangan

Menindaklanjuti status geoheritage tersebut, Dinas Kehutanan Kaltim menerjunkan langsung tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Pantai untuk mengawasi ketat area ekowisata secara berkala.

“Sosialisasi kelestarian lingkungan terus kami gencarkan agar masyarakat sekitar maupun pengunjung semakin menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di bentang permata karst Kaltim ini,” tegas Rusmadi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *