Dikepung Banjir di 16 Titik, BPBD Samarinda Siaga Satu Hadapi Cuaca Ekstrem
Samarinda, nusaetmnews.com : Intensitas hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda langsung memasang status siaga. Langkah mitigasi dan koordinasi lintas instansi kini diperketat demi menghadapi ancaman banjir bandang dan tanah longsor susulan.
Bukan tanpa alasan, hujan lebat yang mengguyur Kota Tepian pada Kamis (18/6/2026) lalu terbukti melumpuhkan aktivitas kota dengan merendam belasan titik krusial.
“Berdasarkan data BPBD Samarinda, hujan lebat pada Kamis lalu memicu banjir di 16 titik lokasi. Genangan sempat menyebabkan kemacetan parah, terutama di ruas jalan sekitar Simpang Alaya hingga Simpang Kebun Agung,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, Sabtu (20/6/2026).
Dampak Hidrometeorologi: Puluhan Jiwa Terdampak & Fasilitas Publik Rusak
Bencana hidrometeorologi pekan ini tidak hanya memicu lumpuhnya arus lalu lintas, tetapi juga mulai mengancam pemukiman warga dan fasilitas pendidikan:
- Korban Terdampak: Banjir kali ini merendam pemukiman dan berdampak langsung pada 19 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 74 jiwa.
- Tanah Longsor: Curah hujan tinggi memicu longsor di beberapa kawasan, salah satunya di wilayah Sentosa Dalam yang mengakibatkan pagar SDN 009 Samarinda ambruk.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam rentetan peristiwa tersebut.
Sinergi Lintas Instansi Redam Risiko Bencana
Merujuk pada radar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi masih akan membayangi Samarinda hingga beberapa hari ke depan.
Merespons alarm bahaya dari BMKG, BPBD Samarinda langsung memperkuat sinergi dengan Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta BPBD Provinsi Kaltim melalui sistem komunikasi cepat (real-time) untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Sinergi seluruh pihak sangat krusial agar langkah mitigasi yang disiapkan efektif menekan risiko bencana hidrometeorologi, demi menjaga keselamatan warga,” tegas Edi.
BPBD juga mengimbau warga, terutama yang tinggal di kawasan langganan banjir dan lereng rawan longsor, untuk menaikkan kewaspadaan dan bergotong-royong membersihkan saluran air guna meminimalkan risiko sumbatan saat hujan deras kembali mengguyur. (ant/one)