Subscribe

Ketika Disiplin Lima Waktu Membentuk Gaya ‘CEO’ Rudy Mas’ud

3 minutes read

AZAN SUBUH baru saja berkumandang membelah kesunyian Kota Samarinda. Di saat sebagian besar warga masih terbuai dalam selimut, sebuah mobil dinas tampak merapat di halaman Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim. Pintu mobil terbuka, dan sosok pria dengan perawakan tegas melangkah mantap menuju tempat wudu. Ia adalah H. Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur.

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, pemandangan ini bukan lagi hal asing. Di tengah padatnya jadwal memimpin provinsi kaya sumber daya alam ini, Rudy dikenal memiliki satu jangkar hidup yang tak boleh bergeser: disiplin salat lima waktu, terutama menjemput fajar lewat Gerakan Salat Subuh Berjamaah.

Namun, bagi Rudy, saf-saf masjid bukan sekadar tempat menggugurkan kewajiban spiritual. Di sanalah, pondasi kepemimpinannya bermula.

Dari Sajadah ke Meja Birokrasi

Latar belakang Rudy Mas’ud sebagai pengusaha sukses tercermin kuat dalam caranya mengelola pemerintahan. Banyak pengamat politik menyebut Rudy membawa gaya “CEO” atau pola wirausaha ke dalam tubuh Pemprov Kaltim. Segala sesuatu diukur menggunakan target konkret, evaluasi rutin mingguan, dan penerapan Key Performance Indicator (KPI) yang ketat bagi para jajarannya.

Menariknya, ketegasan ala korporat itu berakar dari kedisiplinan yang ia latih di atas sajadah. Bagi Rudy, jika seorang pemimpin atau aparatur sipil negara (ASN) mampu disiplin menghadap Sang Pencipta tepat waktu, maka disiplin melayani rakyat seharusnya menjadi perkara yang jauh lebih mudah.

“Salat Subuh berjamaah bukan hanya sekadar ibadah,” ujar Rudy dalam sebuah kesempatan di hadapan jamaah. “Tetapi juga menjadi momentum untuk membentuk kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.”

Pola waktu salat yang rigid—subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya—seolah diadopsi Rudy menjadi time-management dalam mengeksekusi kebijakan publik. Di bawah kendalinya, rapat-rapat koordinasi dan evaluasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kerap berjalan dinamis, menuntut progres harian yang terukur.

“Pejuang Subuh” dan Dialog Tanpa Sekat

Salah satu program ikonik yang terus digulirkan dalam giat kedinasan maupun Safari Ramadan-nya adalah mengajak generasi muda dan ASN menjadi “Pejuang Subuh”. Saf-saf masjid sengaja diisi oleh para pelajar SMA dan SMK setempat.

Gaya kepemimpinan Rudy yang religius ini tidak lantas membuatnya menjadi eksklusif atau kaku. Justru, usai salam diucapkan dan zikir dilantunkan, suasana sakral itu berubah menjadi ruang dialektika yang cair. Sambil duduk bersila di atas karpet masjid, Rudy kerap membuka dialog interaktif langsung dengan warga dan anak-anak muda.

Mulai dari mendengarkan keluhan warga, memotivasi pelajar agar menjauhi balapan liar dan narkoba, hingga memaparkan visinya tentang program “Sekolah Gratispoool” dan kuliah gratis hingga jenjang S3 bagi warga Kaltim. Masjid, di mata Rudy, bertransformasi kembali ke fungsi klasiknya: tidak hanya tempat ibadah ritual, tapi juga pusat pendidikan dan pembinaan karakter masyarakat.

Menjaga Keseimbangan di Tengah Badai

Memimpin Kalimantan Timur tentu bukan tanpa riak. Gaya kepemimpinan Rudy yang agresif dalam penganggaran dan kebijakan tak jarang memicu sorotan tajam, kritik, hingga dinamika politik di tingkat DPRD Kaltim. Namun, di tengah terpaan angin politik tersebut, konsistensi Rudy dalam menjaga spiritualitasnya dinilai banyak pihak sebagai caranya menjaga ketenangan batin (inner peace) untuk tetap fokus bekerja.

Prinsip hidupnya sederhana namun menghentak: “Apa gunanya jadi Gubernur kalau tidak bisa membenahi Kaltim. Lebih baik saya mundur kalau tidak melakukan perubahan,” begitu kalimat yang kerap ia lontarkan sebagai bentuk komitmen dan akuntabilitasnya.

Ketika matahari akhirnya terbit tinggi di ufuk timur, Rudy Mas’ud telah menyelesaikan paruh pertama harinya—memulai hari dengan kepasrahan kepada Tuhan, lalu melanjutkannya dengan kerja keras memimpin manusia. Bagi sang Gubernur, disiplin lima waktu adalah kompas, dan Kaltim adalah ladang pengabdian yang harus ia tunaikan sebelum waktu “asar” atau “magrib” kehidupannya tiba.

Terkait dinamika kepemimpinan di Kalimantan Timur, Anda juga bisa menyimak analisis mendalam mengenai jalannya roda pemerintahan Provinsi Kaltim melalui video Analisis Kebijakan Pemprov Kaltim, yang mengulas ragam kebijakan strategis serta respons publik terhadap transparansi anggaran daerah. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *