Sambut IKN, Bontang Sulap Kampung Atas Air Jadi Resort Apung Premium ala Maldives
Bontang, nusaetamnews.com : Gak mau terus-terusan ketergantungan sama industri pengolahan yang jadi tulang punggung ekonomi, Pemkot Bontang, Kalimantan Timur, langsung tancap gas lewat strategi baru. Memanfaatkan momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang resmi meluncurkan proyek Villa Bontang Kuala—sebuah konsep resort eksklusif di atas air yang bakal menyasar pasar ekspatriat dan pelancong berkantong tebal.
Langkah berani ini digawangi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang. Tujuannya jelas: menyulap kawasan pesisir ikonik Bontang Kuala menjadi produk wisata premium bertaraf internasional yang siap bersaing di kancah global.
Bidik Pasar Ekspatriat dan Pebisnis IKN
Proyek ini bukan sekadar membangun tempat rebahan estetik. Villa Bontang Kuala dirancang khusus sebagai jawaban atas lonjakan kebutuhan akomodasi kelas atas seiring masifnya perkembangan IKN. Target pasar utama mereka adalah para ekspatriat, tenaga ahli, hingga pelaku bisnis yang butuh healing di sela-sela aktivitas padat di ibu kota baru.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, menegaskan bahwa modernisasi ini sama sekali gak akan merusak kearifan lokal.
“Kami tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini. Justru investasi vila ini bertujuan mengemas pesona penginapan di atas air dan budaya bahari menjadi paket pariwisata premium yang memiliki daya saing,” ujar Aspian.
Dongkrak Okupansi via Akses Tol 2 Jam
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Bontang hingga Juni 2026, Bontang Kuala sebenarnya sudah punya 45 unit penginapan tradisional dengan rata-rata okupansi tahunan sebesar 45–55%. Namun, angka ini dinilai masih bisa digenjot jauh lebih tinggi.
Proyeksi Performa Wisata Bontang Kuala (Pasca-Operasional 2027–2028):
| Indikator | Target |
| Okupansi Rata-rata/Tahun | 65% – 75% |
| Okupansi Peak Season | 85% – 92% |
| Total Kunjungan Wisatawan | 50.000 – 60.000 / tahun |
Optimisme ini makin tebal berkat rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bontang langsung ke IKN. Akses baru ini diprediksi bakal memangkas waktu tempuh menjadi 1,5 hingga 2 jam saja, menjadikan Bontang sebagai destinasi weekend getaway favorit para pekerja IKN.
Karpet Merah Buat Investor, Wajib Serap Orang Lokal
Demi memuluskan mega proyek ini, Pemkot Bontang menggelar karpet merah bagi para investor lewat berbagai kemudahan gokil, mulai dari perizinan antiribet via Online Single Submission (OSS), kepastian hukum lahan, hingga insentif daerah.
Tapi, ada syarat mutlak yang gak bisa ditawar: investor wajib menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya.
Efek domino ekonomi ini diharapkan langsung menyentuh masyarakat bawah. Selain membuka lapangan kerja baru (mulai dari hospitality hingga pemandu wisata), kehadiran resort premium ini dipastikan bakal menaikkan omzet UMKM lokal yang menyuplai produk perikanan, kuliner khas, dan kerajinan tangan.
Tetap Eco-Friendly dan Jaga Mangrove
Meski mengusung konsep mewah, proyek Villa Bontang Kuala diklaim tetap mengedepankan prinsip eco-friendly. Pembangunan resort apung ini dirancang ramah lingkungan demi meminimalkan gangguan terhadap ekosistem laut dan hutan mangrove sekitarnya. Material bangunan dipilih berbasis keberlanjutan (sustainability) plus sistem pengelolaan limbah yang ketat agar tidak mencemari perairan.
Lewat kombinasi pesona magis jembatan kayu ulin yang estetik dan fasilitas kelas dunia, Bontang Kuala siap bertransformasi dari sekadar kampung air tradisional menjadi simbol optimisme baru di gerbang IKN. (ant/one)