Lawan Arus Algoritma Sosmed, Diskominfo Kaltim Ajak Pers Jadi Benteng Utama Penangkal Hoaks
SAMARINDA , nusaetamnews.com : Di tengah gempuran era digital, insan pers di Kalimantan Timur dituntut untuk memperkuat benteng informasi sehat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengingatkan bahwa penyebaran hoaks saat ini makin canggih dan berbahaya karena sengaja memelintir fakta demi memanipulasi opini publik.
Tantangan ini dinilai makin nyata karena penetrasi internet di Bumi Etam kini sudah melampaui angka 80 persen, di mana mayoritas warga mengaksesnya langsung via smartphone.
“Jangan sampai kita terbawa arus algoritma. Sesuatu yang ramai dan viral belum tentu benar. Di sinilah peran penting pers profesional untuk meluruskan informasi,” tegas Faisal dalam Konvensi Media Siber bertema “Pers Sehat Merawat Harmoni Benua Etam” di Samarinda, Sabtu (13/6).
Bahaya Post-Truth dan Ruang Gema Media Sosial
Faisal menyoroti fenomena pascakebenaran (post-truth) serta echo chamber (ruang gema), di mana dominasi algoritma media sosial sering kali membuat informasi yang sensasional dan belum terverifikasi menyebar jauh lebih cepat ketimbang berita yang akurat dan berbasis data.
Meski begitu, ia memandang media sosial dan produk jurnalistik bukanlah musuh yang harus saling menjatuhkan, melainkan ekosistem modern yang wajib saling melengkapi.
“Kecepatan media sosial harus diimbangi dengan tradisi verifikasi jurnalistik yang ketat. Sebaliknya, media massa juga dituntut bergerak cepat agar tidak kehilangan momentum,” cetusnya.
Sinergi Lintas Sektor & Apresiasi Jurnalis Senior
Konvensi ini pun sukses menjadi ruang diskusi hangat dengan menghadirkan perwakilan dari Dewan Pers, Kementerian Hukum, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), hingga Pemprov Kaltim demi memetakan masa depan industri pers digital.
Senada dengan Faisal, Ketua Panitia Pelaksana Wartawan Legend Bedapatan ke-4, Charles Siahaan, mengamini bahwa tugas kewartawanan adalah profesi yang mulia dalam menjaga kualitas ruang publik.
“Pers yang sehat adalah pers yang mampu menghadirkan informasi yang benar dan menjadi benteng utama dalam menghadapi hoaks,” kata Charles.
Tak hanya sekadar diskusi serius, rangkaian acara ini juga dimeriahkan dengan Malam Apresiasi Wartawan Legend. Agenda ini menjadi bentuk penghormatan tinggi atas dedikasi dan keringat para jurnalis senior yang telah ikut membangun dan membesarkan dunia jurnalistik di Kalimantan Timur. (ant/one)