Subscribe

OIKN Gandeng POGI dan BKKBN Targetkan Zero Stunting Baru!

3 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com :  Di balik masifnya proyek infrastruktur fisik, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kini tengah fokus menghadapi tantangan krusial nonfisik: mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan kompetitif. Salah satu musuh utama yang sedang diperangi secara agresif adalah stunting.

OIKN mencatat prevalensi stunting di wilayah delineasi IKN saat ini masih bertengger di angka 18%. Angka ini memicu OIKN untuk bergerak taktis menggalang kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemda, Puskesmas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), hingga kader Posyandu di garda terdepan.

“Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik yang megah. Namun, IKN sebenarnya juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan SDM unggul yang akan menjadi motor penggerak masa depan ibu kota,” tegas Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, di Puskesmas Maridan, Jumat (12/06/2026).

Strategi Hulu-Hilir: Bidik Calon Pengantin dan Remaja

Suwito menjelaskan, OIKN menerapkan pendekatan dari hulu ke hilir untuk memutus rantai stunting. Intervensi tidak lagi dilakukan saat anak sudah lahir, melainkan dimulai jauh sebelum masa kehamilan.

Beberapa action plan yang kini digeber antara lain:

  • Edukasi Sex & Repro Health: Sosialisasi kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja.
  • Booster Zat Besi: Pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk calon pengantin (catin) dan Wanita Usia Subur (WUS).
  • Family Monitoring: Pendampingan intensif bagi keluarga berisiko.
  • Up-skilling Kader: Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu di akar rumput.

Strategi preventif ini dipilih karena stunting bukan sekadar masalah kurang gizi, melainkan akumulasi dari kesiapan reproduksi, pola asuh (parenting), hingga sanitasi lingkungan. OIKN memasang target tinggi: mengunci angka kasus baru agar tidak ada lagi bayi yang lahir dalam kondisi stunting di Nusantara.

“Ke depan, tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini komitmen harga mati demi menyiapkan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan negara,” ujar Suwito optimistis.

Upgrade Skill Garda Terdepan Posyandu

Langkah preventif ini diperkuat lewat pelatihan intensif bagi para kader Posyandu di wilayah IKN. Para kader dibekali ilmu manajemen keluarga sehat oleh BKKBN serta mendapat bimbingan langsung (coaching) dari dokter spesialis POGI mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan yang sehat.

Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai turun tangannya OIKN memberikan dampak instan pada perluasan jangkauan edukasi ke masyarakat. Menurutnya, investasi pada kapasitas kader Posyandu adalah langkah paling efisien karena mereka bersentuhan langsung dengan warga lokal.

Sinyal positif juga datang dari Seminawati, salah satu kader Posyandu Maridan, yang merasakan langsung manfaat pelatihan ini.

“Wawasan dari dokter spesialis dan BKKBN ini jadi modal penting kami saat turun mendampingi warga di lapangan. Harapannya, kegiatan up-skilling seperti ini dirutinkan agar angka stunting di IKN cepat turun,” kata Seminawati.

Bagi OIKN, rapor keberhasilan ibu kota baru tidak akan diukur dari megahnya gedung pemerintahan atau kecanggihan teknologi infrastrukturnya semata. Keberhasilan sejati adalah ketika IKN mampu melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Dan fondasi emas itu kini tengah dibangun dari ruang-ruang Posyandu desa di sekitar Nusantara. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *