Subscribe

Wisata Sejarah Edukatif: Makam La Mohang Daeng Mangkona Makin Hits di Kalangan Gen Z

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Situs cagar budaya Makam La Mohang Daeng Mangkona yang berlokasi di Kelurahan Mesjid, Samarinda, Kalimantan Timur, kini menjelma menjadi destinasi wisata sejarah edukatif favorit. Pengelolaan yang apik dan terjaga membuat kompleks pemakaman tokoh pendiri Samarinda ini selalu ramai diserbu peziarah, terutama generasi muda.

Arus kunjungan didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa dengan rombongan besar berkisar 60 hingga 120 orang, di samping kunjungan dari masyarakat umum serta instansi kedinasan.

“Tugas kami bukan sekadar menjaga kebersihan area, tetapi juga memberikan informasi edukasi yang akurat kepada pengunjung,” ujar Juru Pelihara Makam La Mohang Daeng Mangkona, Abdillah, Minggu (7/6).

Menilik Sejarah 300 Tahun Silam Lewat Nisan Ulin

Ketertarikan publik terhadap situs ini dinilai sangat beralasan. La Mohang Daeng Mangkona merupakan tokoh legendaris asal Wajo, Sulawesi Selatan, yang membuka wilayah Samarinda Seberang pada tahun 1668. Peristiwa tersebut menjadi cikal bakal dan tonggak sejarah berdirinya Kota Samarinda.

Di dalam pekarangan situs ini sebenarnya terdapat empat pusara, namun hanya makam La Mohang Daeng Mangkona yang resmi menyandang status cagar budaya di bawah naungan Kementerian Kebudayaan.

Syarat Mutlak Ketetapan Cagar Budaya Situs:

  • Keaslian Terjaga: Struktur dan letak makam tidak berubah dari bentuk aslinya.
  • Usia Situs: Berusia matang melampaui 50 tahun.
  • Bukti Autentik: Memiliki nisan utuh yang terbuat dari kayu ulin asli peninggalan lebih dari 300 tahun silam.

Warisan Generasi Ketiga dan Atensi Menteri

Dedikasi menjaga situs bersejarah ini ternyata mengalir di darah Abdillah. Sebagai juru pelihara generasi ketiga, ia meneruskan tongkat estafet dari kakaknya, Suryansa, dan sang ayah, Muhammad Thaha, yang pertama kali menemukan situs krusial ini pada dekade 1960-an.

Nilai historis yang kuat dari makam ini bahkan sempat menarik perhatian Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi tersebut pada tahun 2025 lalu.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta komunitas budaya lokal. Langkah sinergis ini diambil guna memastikan warisan sejarah bangsa seperti Makam Daeng Mangkona tetap lestari dan relevan sebagai ruang belajar bagi generasi masa depan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *