Jadi Wadah Kolaborasi Anak Muda, Temindung Creative Hub Sukses Hidupkan Ekosistem Ekraf Kaltim
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur terus memaksimalkan fungsi Temindung Creative Hub sebagai inkubator kreativitas anak muda. Fasilitas publik milik Pemprov Kaltim ini sukses disulap menjadi meeting point yang produktif untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) lokal.
“Tempat ini diharapkan terus menjadi ruang bersama bagi para pelaku kreatif untuk bertemu, berkarya, berjejaring (networking), dan melahirkan ide-ide baru,” ujar Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, di Samarinda, Minggu (31/5).
Spill Keseruan Mods Mayday Samarinda 2026
Salah satu bukti nyata hidupnya ekosistem di Temindung Creative Hub adalah suksesnya gelaran Mods Mayday Samarinda 2026 baru-baru ini. Event ini berhasil menyatukan berbagai sub-kultur dan komunitas kreatif di Kota Tepian.
Ada dua momentum besar yang dirayakan dalam satu waktu, yaitu:
- 10 Tahun (Dekade) Komunitas SKAwan Samarinda
- 11 Tahun Komunitas KUTU Vespa
Mengusung tema “Sound of Unity”, Ririn menilai event ini tidak sekadar menjadi tempat kumpul-kumpul biasa, melainkan penggerak roda ekonomi lokal.
“Rangkaian acaranya seru banget, mulai dari konvoi skuter keliling kota (rolling thunder), bazar kuliner UMKM, sampai live performance dari raja ska Indonesia, Denny Frust, bersanding dengan talenta-talenta lokal Kaltim,” lanjut Ririn.
Wisata Modern Gak Cuma Soal Bentang Alam
Dispar Kaltim menegaskan bahwa pengembangan pariwisata zaman sekarang sudah mengalami pergeseran tren. Daya tarik sebuah daerah tidak lagi melulu soal keindahan alam, melainkan seberapa hidup creative event di dalamnya.
| Dimensi Pariwisata Lama | Tren Pariwisata Modern (Gaya Baru) |
| Fokus pada destinasi alam statis | Berbasis event (MICE) dan festival |
| Kurang melibatkan industri kreatif | Menyatukan seni pertunjukan, musik, dan kuliner |
| Perputaran ekonomi terpusat | Berdampak langsung ke UMKM dan pekerja seni |
“Penciptaan atraksi wisata berbasis event, seni pertunjukan, hingga kuliner terbukti efektif untuk menarik minat masyarakat luas agar datang menikmati suasana perkotaan secara langsung,” tambah Ririn.
Melihat impact positif yang dihasilkan, Dispar Kaltim berkomitmen penuh untuk terus men-support inovasi garapan kaum muda ini agar bisa naik kelas menjadi agenda rutin tahunan yang terkelola dengan baik, aman, sekaligus mendatangkan kesejahteraan bagi warga Kaltim. (ant/one)