Subscribe

Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Otorita IKN Tekankan Pendidikan TK Jadi Fondasi Karakter Generasi Emas

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa restrukturisasi kualitas pendidikan anak usia dini merupakan kunci utama dalam mencetak karakter generasi masa depan. Hal ini krusial demi menyokong kesiapan sumber daya manusia menyambut target Indonesia Emas di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam perayaan HUT ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) di Multifunction Hall KIPP IKN, Kamis (21/5/2026).

Alimuddin melempar apresiasi tinggi terhadap dedikasi tanpa batas para guru TK yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyaring dan mengasah mentalitas anak di usia emas (golden age).

“Anak usia dini adalah fondasi dasar pembentukan karakter bangsa. Oleh karena itu, pendidikan usia dini memegang peranan yang sangat vital. Kami mendorong para guru TK untuk terus melakukan upgrade kompetensi, disiplin, dan profesionalisme mereka,” ujar Alimuddin.

Soroti Kesejahteraan Guru demi Wajib Belajar 13 Tahun

Langkah mendongkrak kompetensi para pendidik mutlak harus diimbangi dengan perbaikan regulasi kesejahteraan. Pada perayaan usia yang ke-76 tahun ini, IGTKI-PGRI mengusung tema besar yang cukup menyita perhatian: “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun.”

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara, Maya Murtiasih, menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan cerminan nyata dari peta jalan pendidikan nasional yang baru.

2 Poin Krusial Penguatan Pendidikan Usia Dini

  • Peletak Dasar Karakter: Pendidikan TK bukan sekadar tempat bermain, melainkan fase krusial pembentukan nilai moral, kemandirian, dan motorik dasar anak sebelum melangkah ke jenjang sekolah dasar.
  • Korelasi Kesejahteraan & Kreativitas: Kualitas pengajaran di dalam kelas tidak dapat dipisahkan dari tingkat kesejahteraan gurunya. Pengajar yang sejahtera dipastikan jauh lebih fokus, kreatif, dan optimal saat mendidik.

Melalui momentum HUT ke-76 yang digelar langsung di jantung ibu kota baru ini, sinergi antara Otorita IKN dan organisasi profesi keguruan diharapkan mampu menjadi pilot project nasional dalam melahirkan ekosistem belajar yang sehat, aman, menyenangkan, sekaligus berpusat pada kebutuhan tumbuh kembang anak. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *