Tekan Begal hingga Dongkrak Kafe UKM, Menhan Beberkan Alasan Bentuk 750 Batalyon Baru!
Jakarta, nusaetamnews.com : Rencana besar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk membentuk 750 batalyon baru hingga tahun 2029 akhirnya terjawab gamblang. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa penambahan pasukan ini punya misi strategis di luar urusan perang: mulai dari menyapu bersih angka kriminalitas, memperkuat harmoni sosial, hingga menghidupkan ekonomi warga lokal.
“Sebelum ada batalyon teritorial pembangunan, tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan, kosong. Apa yang terjadi? Begal, kriminal, itu besar sekali. Tapi setelah kita berada di situ membangun pangkalan, sekian persen kriminalnya hilang,” ungkap Sjafrie saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa.
Breakdown Efek Domino Kehadiran Batalyon Baru
Sjafrie menjelaskan, lewat tugas patroli keliling yang rutin dilakukan oleh batalyon teritorial pembangunan, sistem keamanan lingkungan (Siskamling) otomatis bakal menguat dan ruang gerak pelaku kriminalitas bisa dipersempit.
Namun, gak cuma soal keamanan, Menhan membeberkan 3 efek domino positif lainnya yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat:
1. Perputaran Duit UKM Auto Kencang
Kehadiran ribuan prajurit di tingkat kecamatan dipastikan bakal menjadi booster bagi ekonomi daerah. Sjafrie memberikan simulasi hitung-hitungan kasarnya:
- Gaji paling kecil seorang prajurit berkisar di angka Rp6 juta.
- Jika dalam satu batalyon ada 1.000 prajurit, dan masing-masing membelanjakan minimal Rp1 juta per bulan di wilayah tersebut.
- Artinya, ada suntikan dana segar sebesar Rp1 miliar per bulan yang berputar di desa dan kecamatan setempat.
“Setiap saya datang ke batalyon-batalyon, banyak sekali bangunan kafe-kafe, warung-warung yang muncul. Berarti UKM (usaha kecil menengah) ini meningkat,” tambahnya.
2. Jadi ‘Bank Darah’ Berjalan Buat Kaum Duafa
Dampak keren lainnya menyasar sektor kesehatan publik. Kemenhan dan TNI menerapkan kebijakan wajib donor darah bagi para prajurit sebanyak tiga kali dalam setahun.
TNI bakal membangun bank darah mandiri di tiap pangkalan. Tujuannya, masyarakat kurang mampu atau kaum duafa yang membutuhkan transfusi darah bisa mengambilnya secara gratis alias Rp0.
3. Penguatan Lingkungan Sosial
Prajurit TNI yang datang dari berbagai latar belakang suku dan agama diyakini bisa berbaur dengan warga lokal untuk menjaga kehidupan sosial tetap kondusif dan harmonis. “Masyarakat merasa agak hangat dengan keberadaan batalyon teritorial itu,” tutur Menhan.
Komposisi 750 Batalyon Baru
Sebagai informasi, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, sebelumnya sempat membocorkan rincian dari proyek raksasa 750 batalyon ini. Komposisinya akan dibagi menjadi:
- 593 Batalyon Teritorial Pembangunan
- 157 Satuan Bantuan Tempur (Banpur) dan Bantuan Administrasi (Banmin) (ant/one)