Tembus 9.000 Ton Per Tahun, PPU Bidik Status Pusat Hilirisasi Industri Rumput Laut Kaltim!
Penajam Paser Utara, nusaetamnews.com : Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tampaknya gak main-main dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanannya. Kini, sekitar 6.000 hektare tambak produktif di wilayah serambi Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut sukses disulap menjadi sentra budidaya rumput laut jenis Gracilaria atau yang akrab disapa sango-sango oleh warga lokal.
Gak tanggung-tanggung, dari luasan lahan tersebut, para petambak PPU mampu mendulang produksi hingga 9.000 ton per tahun.
“Sebagian petambak beberapa tahun terakhir mulai memilih budidaya rumput laut Gracilaria,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, saat dikonfirmasi mengenai potensi tambak di Penajam, Selasa.
Saat ini, fokus sebaran budidaya komoditas hijau ini berpusat di dua wilayah strategis, yaitu Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam.
Next Level: Siap Jadi Target Hilirisasi Pusat & Buka Karpet Merah Bagi Investor
Melimpahnya hasil panen ini dinilai sangat sejalan dengan visi besar pemerintah pusat yang tengah gencar menggenjot program hilirisasi komoditas laut. Dengan modal produksi ribuan ton tersebut, Pemkab PPU pede wilayahnya bisa masuk dalam radar utama sasaran program hilirisasi nasional.
Untuk mewujudkannya, Pemkab PPU kini resmi membuka karpet merah bagi para penanam modal atau investor luar untuk membangun pabrik pengolahan di daerah mereka.
- Target Jangka Pendek: Kehadiran pabrik pengolahan skala industri minimal untuk mengolah bahan baku menjadi produk setengah jadi.
- Dampak Ekonomi: Menjaga kestabilan harga rumput laut di tingkat petambak agar tidak dipermainkan tengkulak.
- Sosial Masyarakat: Membuka lapangan pekerjaan baru serta memutar roda perekonomian warga pesisir secara masif.
Hidupkan Kembali Kejayaan Rumput Laut Cottoni
Gak cuma fokus pada satu jenis saja, Dinas Perikanan PPU juga punya rencana taktis untuk menghidupkan kembali kejayaan budidaya rumput laut jenis Cottoni di sepanjang wilayah pesisir.
Sebagai langkah awal untuk memicu semangat para petambak, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menggelontorkan bantuan modal berupa bibit unggul berkualitas.
Lewat kombinasi manis antara genjotan produksi dua jenis rumput laut unggulan (Gracilaria dan Cottoni) serta kesiapan infrastruktur industri pengolahan, Andi optimis sektor perikanan budidaya bakal jadi core ekonomi baru yang menyejahterakan masyarakat PPU. (ant/one)