Subscribe

Rajanya Industri! Investasi di Bontang Melejit Rp3,08 Triliun, Sektor Kimia Jadi ‘Tulang Punggung’

2 minutes read

Bontang, nusaetamnews.com : Kota Bontang kembali membuktikan taringnya sebagai magnet investasi di Kalimantan Timur. Sepanjang tahun 2025, kota industri ini berhasil meraup total investasi sebesar Rp3,08 triliun, di mana sektor industri pengolahan, khususnya kimia dasar, menjadi jawara utama yang mendominasi perputaran modal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengungkapkan bahwa penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi motor penggerak utama ekonomi kota.

“Total investasi masuk ke Bontang pada 2025 mencapai Rp3,08 triliun. Dari angka tersebut, PMDN menyumbang Rp3,02 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) berada di angka Rp54,11 miliar,” jelas Aspian di Bontang, Rabu (13/5).

Sektor Kimia Mendominasi 85% Pasar

Bontang menegaskan karakteristiknya sebagai kawasan industri strategis. Sektor Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan Farmasi mencatatkan andil fantastis, yakni sebesar 85,96 persen dari total PMDN.

Berikut adalah rincian sektor penggerak investasi di Bontang:

Peringkat Sektor Usaha Persentase (PMDN)
1 Industri Kimia, Barang Kimia & Farmasi 85,96%
2 Perdagangan dan Reparasi 5,18%
3 Industri Logam Dasar & Barang Logam 3,16%
4 Usaha Jasa Lainnya 2,32%
5 Hotel dan Restoran 1,12%

Sementara itu, untuk kategori Penanaman Modal Asing (PMA), aliran modal paling banyak terserap ke sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

Aktivitas Bisnis yang Dinamis

Bukan sekadar angka, realisasi investasi senilai Rp3 triliun ini melibatkan 323 proyek yang dijalankan oleh 81 pelaku usaha kategori non-UMKM. Hal ini menunjukkan adanya keberlanjutan proyek strategis berskala besar di “Kota Taman” ini.

Tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sejak tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan:

  • Investasi 2024: Rp2,7 Triliun.
  • Investasi 2025: Rp3,08 Triliun (Naik signifikan).

Komitmen Pelayanan Digital & Transparan

Ke depannya, DPMPTSP Bontang tidak hanya mengejar kuantitas angka, tetapi juga kualitas dan kemudahan berbisnis. Aspian menegaskan akan terus memperkuat promosi wilayah dan memangkas birokrasi.

“Kami akan tingkatkan pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Tujuannya agar pemerataan investasi bisa dirasakan lebih luas,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *