Subscribe

Kaltim Kejar Target “Universal Coverage” Jamsostek: 250 Ribu Pekerja Lagi Harus Tercover!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah tancap gas untuk mencapai Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Targetnya jelas: melindungi seluruh pekerja dari risiko ekonomi dan sosial, sekaligus mencegah munculnya angka kemiskinan baru akibat kecelakaan kerja atau PHK.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa saat ini realisasi cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Bumi Etam baru mencapai 59 persen. Angka ini masih terpaut cukup jauh dari target nasional sebesar 74,10 persen.”Kita masih butuh sekitar 250 ribu pekerja tambahan agar target tahun 2026 bisa terpenuhi. Ini bukan cuma soal administrasi, tapi bukti negara hadir melindungi ekonomi keluarga pekerja,” tegas Sri Wahyuni dalam FGD Optimalisasi Jamsostek, Kamis.Rapor Daerah: Siapa yang Unggul dan Siapa yang Tertinggal?Dalam evaluasi terbaru, performa daerah di Kaltim terpantau cukup kontras. Beberapa daerah sukses melampaui target, sementara kota-kota besar justru masih punya “PR” besar. Juara Kelas:Kota Bontang: Mencapai 86,14% (Melampaui target 83,23%).Kutai Timur: Melesat di angka 81,04% (Jauh di atas target 65,65%).Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Paser juga dilaporkan sudah aman di jalur target.Perlu Perhatian Khusus (Masih di Bawah Target):Kota SamarindaKota BalikpapanKabupaten Kutai KartanegaraKabupaten BerauKabupaten Penajam Paser Utara (PPU)Lawan Keterbatasan Fiskal dengan SinergiSri Wahyuni mengakui bahwa kapasitas fiskal pemerintah daerah saat ini tidak selonggar tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia menegaskan keterbatasan dana tidak boleh jadi alasan untuk kendor.Melalui program perlindungan yang mencakup JKK (Kecelakaan Kerja), JKM (Kematian), JHT (Hari Tua), JP (Pensiun), hingga JKP (Kehilangan Pekerjaan), Pemprov Kaltim berharap adanya kolaborasi lintas sektor untuk menutup celah kepesertaan.”Harapannya ada komitmen bersama. Kita ingin pastikan keberlangsungan ekonomi keluarga tetap terjaga, apa pun risiko yang terjadi di lapangan kerja,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *