Rudy Mas’ud Ingin Borneo FC Jadi yang Terbaik di Indonesia
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tak ingin sekadar jadi penonton. Di sisa empat laga krusial, Borneo FC Samarinda didorong habis-habisan untuk menutup musim dengan prestasi terbaik. Bahkan membawa piala BRI Super League ke Kota Tepian.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan optimisme itu usai menerima jajaran Pusamania di Kantor Gubernur, Senin (4/5/2026). Ia menilai peluang masih terbuka, asalkan tim mampu menjaga konsistensi di fase akhir kompetisi.
“Masih ada empat pertandingan. Ini momentum. Kami berharap Borneo FC bisa meraih hasil terbaik musim ini,” tegasnya.
Tak berhenti di target jangka pendek, Gubernur Rudy Mas’ud juga mulai menyiapkan dukungan untuk musim berikutnya. Sinyalnya jelas, Borneo FC diproyeksikan tidak hanya kompetitif di level nasional, tapi juga siap naik kelas ke panggung internasional.
“Keberadaan Borneo FC menjadi atensi kami. Manajemen harus segera menindaklanjuti kebutuhan tim agar musim depan bisa lebih kuat dan berprestasi,” lanjut Rudy.
Langkah ini membuka ruang kolaborasi lebih luas, mulai dari penguatan pembinaan, dukungan infrastruktur, hingga sinergi dengan berbagai pihak demi menopang performa klub kebanggaan masyarakat Kaltim tersebut.
Dari sisi suporter, semangat tak kalah menyala. Ketua Pusamania, Lasihadu menegaskan basis pendukung Borneo FC merupakan salah satu yang paling solid di Indonesia, bahkan telah memiliki badan hukum. Sebuah tonggak penting dalam profesionalisme suporter.
Sementara itu, dedengkot Pusamania, Novi Umar mengingatkan perjalanan panjang klub sejak berdiri pada 2014. Deretan prestasi telah diraih, mulai dari runner up Piala Presiden hingga juara Reguler Series musim 2023/2024.
“Borneo FC siap menjaga marwah Kaltim. Kami berharap dukungan penuh Pemprov Kaltim agar perjalanan ke depan, termasuk peluang di Liga Asia, bisa terwujud,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah yang mulai dikonsolidasikan dan semangat suporter yang tetap menyala, pesan yang ingin ditegaskan jelas, Borneo FC bukan sekadar klub, tapi simbol harga diri daerah.