Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp288,5 Miliar Beasiswa Gratispol, 63 Ribu Mahasiswa Tersentuh
SAMARINDA – Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap tancap gas pada sektor pendidikan. Beasiswa Gratispol tahap III resmi dicairkan, mendorong total penyaluran mencapai Rp288,5 miliar untuk 63.603 mahasiswa.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan program ini bukan sekadar bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.
“Optimalkan penyaluran beasiswa agar manfaatnya segera dirasakan. Pemerintah harus benar-benar hadir untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya saat memimpin briefing di Kantor Gubernur, Senin (4/5/2026).
Hingga tahap III, dana ratusan miliar itu telah mengalir ke 52 perguruan tinggi. Terdiri dari 7 kampus negeri dan 45 swasta. Selain pembiayaan UKT, program ini juga menyasar kerja sama pendidikan, hingga penguatan SDM strategis seperti dokter spesialis dan tenaga kependidikan.
Distribusi terbesar tercatat di Universitas Mulawarman dengan 12.938 mahasiswa menerima alokasi Rp61,1 miliar. Disusul Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (7.713 mahasiswa/Rp39 miliar), Politeknik Negeri Samarinda (3.655 mahasiswa/Rp13,9 miliar), Institut Teknologi Kalimantan (3.572 mahasiswa/Rp12,4 miliar), serta Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (2.014 mahasiswa/Rp10,8 miliar).
Di sisi lain, distribusi terendah tercatat di Politeknik Sendawar, Kutai Barat dengan 57 mahasiswa dan alokasi Rp201 juta. Hal ini menunjukkan jangkauan program hingga wilayah pinggiran.
Namun, di balik angka besar itu, persoalan teknis masih muncul. Pengembalian UKT bagi mahasiswa yang sudah membayar lebih dulu belum sepenuhnya tuntas. Pemprov pun bergerak cepat.
“Sesuai arahan BPK, Pak Gubernur akan mengirim surat ke seluruh perguruan tinggi agar segera mengembalikan UKT mahasiswa,” ungkap Kepala Biro Kesra Setda Kaltim, Dasmiah.
Keterlambatan pengembalian ini kerap memicu salah persepsi di kalangan mahasiswa. Padahal, proses verifikasi di internal kampus menjadi faktor utama yang memperlambat pencairan kembali dana tersebut.
Sejauh ini, pengembalian UKT di Universitas Mulawarman untuk mahasiswa semester awal sudah mulai berjalan, sementara semester lanjutan masih dalam tahap proses administrasi.
Dengan komitmen anggaran yang tetap dijaga, Pemprov Kaltim mengirim pesan jelas, bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan saat fiskal sedang diketatkan.