Subscribe

Jadi Etalase Inovasi, Otorita IKN Gelar ‘Business Matching’ Bareng Raksasa Konstruksi

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi membuka karpet merah bagi kolaborasi industri konstruksi masa depan. Melalui ajang Building and Construction Business Matching yang digelar bersama Indonesia Construction Architecture Network (ICAN), Senin (20/4/2026), sebanyak 22 perusahaan konstruksi dan material bangunan berkumpul untuk menyelaraskan inovasi dengan kebutuhan pembangunan di Nusantara.

Forum ini bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan wadah strategis untuk menyaring teknologi konstruksi paling adaptif yang akan diterapkan langsung di lapangan.

Pak Bas: Bangun IKN Pakai Hati, Jangan Main-Main!

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan pesan menohok bagi para pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa standar di IKN tidak boleh rata-rata; harus ada kualitas premium yang dijiwai oleh rasa tanggung jawab.

“Kita harus menjiwai bekerja di IKN. Jangan main-main. Saya ingin kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan menjadi satu paket,” tegas Basuki di Kantor Bersama 3 Nusantara.

Menurutnya, IKN harus menjadi benchmark pembangunan infrastruktur nasional yang tidak hanya unggul secara fisik, tapi juga dalam standar pelayanan. “Di sini Anda tidak hanya menjual produk berkualitas tinggi, tapi menjual pelayanan yang lebih baik,” tambahnya.

Etalase Teknologi dan Solusi Adaptif

Senada dengan hal itu, Deputi Sarana Prasarana OIKN, Aswin G. Sukahar, menantang para pengembang untuk terus meng-upgrade teknologi mereka. Baginya, IKN adalah “panggung” luar biasa bagi produk-produk konstruksi yang paling mutakhir.

“Teknologi tidak boleh berhenti di produk kemarin. IKN ini etalase yang luar biasa. Kita tidak hanya mengandalkan produk yang ada di pasar, tapi mendorong solusi yang lebih adaptif sesuai standar kualitas kawasan,” jelas Aswin.

Dampak Nyata bagi Lokal

Selain fokus pada inovasi fisik, pembangunan IKN juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial yang nyata. Basuki mendorong perusahaan-perusahaan yang terlibat untuk membuka peluang kerja sebesar-besarnya bagi masyarakat di sekitar kawasan Nusantara.

Dengan pendekatan ini, IKN diharapkan tidak hanya menjadi kota pintar secara teknologi, tetapi juga menjadi motor transformasi cara kerja industri konstruksi di Indonesia yang lebih profesional, inovatif, dan inklusif. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *