Subscribe

PPU Guyur Rp18 Miliar Dana Bankeu Kaltim untuk Proyek Jalan Beton di Dua Kawasan Strategis

2 minutes read

Penajam. Nusaetamnews.com : Percepatan konektivitas infrastruktur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat suntikan dana segar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu), dana sebesar Rp18 miliar dialokasikan untuk membiayai pembangunan dan peningkatan jalan di dua lokasi krusial guna menopang ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengonfirmasi bahwa seluruh proyek tersebut akan menggunakan konstruksi rigid beton demi menjamin ketahanan jangka panjang.

“Dana Bankeu sebesar Rp18 miliar ini menyasar dua kegiatan infrastruktur utama. Kami optimistis seluruh pengerjaan rampung tepat waktu tahun ini,” tegas Petriandy di Penajam, Rabu (15/4).

Fokus Jalan Lingkungan dan Kawasan Madani

Pemerintah Kabupaten PPU membagi alokasi dana tersebut ke dalam dua proyek strategis dengan urgensi berbeda:

  1. Desa Sebakung Jaya (Rp11 Miliar): Fokus pada peningkatan jalan lingkungan sepanjang hampir dua kilometer. Proyek ini bertujuan memperkuat aksesibilitas di wilayah pemukiman dan saat ini telah memasuki tahap lelang.
  2. Kawasan Gerbang Madani (Rp7 Miliar): Pembangunan jalan baru di belakang Bundaran Latsitarda (Tugu Latsitarda). Proyek ini masih dalam proses administrasi sebelum dilempar ke meja lelang.

Optimisme di Tengah Efisiensi

Meskipun Pemerintah Kabupaten PPU sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di beberapa sektor, Petriandy memastikan kedua proyek jalan ini tidak akan terdampak. Hal ini dikarenakan sumber pendanaan bersifat spesifik (earmarked) dari Bankeu Pemprov Kaltim.

“Sumber dananya sudah tersedia secara khusus dari provinsi, jadi pengerjaan tetap berjalan sesuai jadwal. Target kami adalah mendukung mobilitas warga dan sektor jalan usaha tani secara maksimal,” imbuhnya.

Spesifikasi Rigid Beton

Pemilihan konstruksi beton dibandingkan aspal menjadi langkah taktis Dinas PUPR PPU mengingat beban aktivitas kendaraan di wilayah penyangga IKN yang kian meningkat. Konstruksi ini dinilai paling efektif untuk menekan biaya pemeliharaan di masa depan serta mampu bertahan di berbagai kondisi cuaca ekstrem.

Dengan dimulainya proses lelang dan administrasi ini, masyarakat di Sebakung Jaya dan pusat kota Penajam diharapkan segera menikmati akses jalan yang lebih representatif sebelum menutup tahun anggaran 2026. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *