Lawan Kekeringan, BWS Kalimantan IV Bangun 4 Sumur Bor Irigasi di Penajam Paser Utara
Penajam, nusaetamnews.com : Sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini punya “senjata” baru untuk melawan musim kemarau. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV resmi merampungkan pembangunan empat unit sumur bor irigasi sepanjang tahun 2025 sebagai solusi konkret masalah pengairan sawah.
Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas padi di lumbung pangan Kalimantan Timur tersebut tetap stabil, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Solusi Saat Musim Kering
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan, menyebutkan bahwa kehadiran sumur bor ini adalah respons cepat pemerintah terhadap keluhan petani yang sering kesulitan air saat kemarau.
“Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air. Dengan adanya fasilitas ini, masalah ketersediaan air irigasi, terutama saat musim kering, bisa teratasi,” ujar Gunawan, Selasa (7/4/2026).
Genjot Target Panen 2026
Potensi lahan padi di PPU tidak main-main. Dengan luas lahan produktif mencapai 14.070hektare, hasil panen menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir:
| Tahun | Hasil Panen (Gabah Kering Panen/GKP) |
| 2024 | 48.188 Ton |
| 2025 | 50.250 Ton |
| 2026 (Target) | 50.329 Ton |
Saat ini, petani di PPU rata-rata mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton padi per hektare dalam sekali panen. Dengan frekuensi tanam dua kali setahun, keberadaan air yang stabil melalui sumur bor menjadi faktor kunci untuk mencapai target panen tahun 2026.
Fokus Keberlanjutan
Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen untuk tidak berhenti di empat unit saja. Koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV terus dilakukan agar penambahan unit sumur bor bisa terealisasi setiap tahunnya. Puncak panen pertama tahun 2026 yang jatuh pada awal April ini menjadi momentum pembuktian bahwa infrastruktur air yang memadai mampu menjaga napas pertanian di tengah tantangan iklim. (ant/one)