Subscribe

Fasilitas Lengkap Disiapkan untuk Jemaah Haji Samarinda, dari Living Cost hingga Pendamping Medis

2 minutes read

Samarinda – Sebanyak 1.024 calon jemaah haji asal Samarinda dipastikan tidak hanya diberangkatkan, tetapi juga mendapatkan dukungan fasilitas menyeluruh untuk menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Muhammad Djuni menjelaskan layanan bagi jemaah sudah dimulai sejak di embarkasi hingga menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

“Sejak di embarkasi, jemaah akan menerima berbagai fasilitas seperti gelang identitas, paspor dan visa, living cost, konsumsi, hingga pembinaan manasik,” kata Muhammad Djuni, Minggu (5/4/2026).

Tak hanya itu, pembinaan juga diperkuat untuk ketua regu dan ketua rombongan. Langkah ini dilakukan agar koordinasi antarjemaah selama di Tanah Suci berjalan lebih tertib dan efektif.

Dari sisi kesehatan, perhatian khusus diberikan kepada jemaah dengan kategori risiko tinggi. Meski jumlahnya cukup signifikan, kondisi tersebut dinilai masih terkendali karena sebagian besar jemaah didampingi keluarga.

“Banyak jemaah risiko tinggi yang tetap bisa terpantau dengan baik karena ada pendamping dari keluarga,” jelas Djuni.

Untuk memastikan pelayanan maksimal, petugas haji juga disiapkan secara khusus. Setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi empat petugas, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan tenaga medis. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 18 petugas asal Samarinda yang akan bertugas.

“Tenaga medis dan dokter menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga selama ibadah,” katanya.

Di antara ribuan jemaah tersebut, terdapat kisah menarik dari rentang usia. Jemaah tertua tercatat berusia 88 tahun, sementara yang termuda berusia 17 tahun yang berangkat menggantikan orang tuanya yang telah wafat.

Menjelang keberangkatan, pihak penyelenggara kembali mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik dan mematuhi aturan selama berada di Tanah Suci.

“Kesehatan harus dijaga sejak sekarang. Selain itu, jemaah juga harus disiplin mengikuti aturan agar ibadah berjalan lancar,” tutup Djuni. (ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *