Subscribe

PPU Kejar Target 54 Gerai Koperasi Merah Putih, 32 Titik Mulai “On Progress” di Empat Kecamatan

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com :  Ambisi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk membangun fondasi ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, sebanyak 32 gerai dan gudang dilaporkan tengah dalam proses pengerjaan fisik dengan kemajuan yang bervariasi.

Kepala Dinas Kukmperindag PPU, Margono Hadisutanto, menjelaskan bahwa proyek strategis ini tersebar merata di empat kecamatan guna memastikan ketahanan ekonomi lokal yang berkelanjutan di wilayah Benuo Taka.

“Pembangunan gerai dan gudang untuk 54 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus berproses. Saat ini 32 di antaranya sudah masuk tahap pengerjaan fisik, bahkan ada yang sudah rampung 100 persen,” ujar Margono di Penajam, Jumat (13/3).

Tantangan Lahan: Cari 1.000 Meter Persegi di Tiap Desa

Meski progres fisik berjalan, Margono mengakui adanya kendala teknis dalam pemenuhan target total 54 gerai. Masalah utama terletak pada ketersediaan lahan yang sesuai dengan kriteria teknis pemerintah.

Kriteria lahan yang dibutuhkan antara lain:

  • Luas Ideal: Sekitar 1.000 meter persegi.
  • Luas Minimal: 600 meter persegi khusus untuk bangunan gerai.
  • Fasilitas Penunjang: Sisa lahan dialokasikan untuk gudang penyimpanan dan area parkir yang memadai.

“Kami terus melakukan identifikasi lahan potensial di beberapa wilayah yang masih terkendala agar target 54 gerai ini bisa terealisasi sepenuhnya,” tambahnya.

Menunggu “Lampu Hijau” Tata Kelola dari Pusat

Menariknya, meski beberapa unit gerai dan gudang sudah berdiri kokoh (selesai 100%), operasional Koperasi Merah Putih ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan pihak daerah masih menunggu instruksi teknis serta regulasi tata kelola langsung dari pemerintah pusat.

Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

Kehadiran Koperasi Merah Putih di setiap desa/kelurahan diproyeksikan menjadi game changer bagi ekonomi lokal PPU. Dengan adanya gerai dan gudang yang representatif, koperasi diharapkan mampu menjadi penyangga distribusi kebutuhan pokok sekaligus menyerap produk lokal masyarakat secara lebih profesional.

“Ini adalah strategi jangka panjang kami untuk membangun ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” pungkas Margono. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *