Pemprov Kaltim Siap Kaji Pengembangan Wisata Kampung Tihi-Tihi Bontang
BONTANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang pengembangan objek wisata Kampung Tihi-Tihi di Kota Bontang sebagai salah satu destinasi unggulan yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji saat menghadiri Safari Ramadan dan Salat Subuh berjemaah di Masjid Agung Al Hijrah Bontang, Jumat (13/3/2026).
Usulan pengembangan kawasan wisata itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni bersama masyarakat setempat.
Menurut Seno Aji, pemerintah provinsi akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui kajian bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.
“Usulan pengembangan wisata Kampung Tihi-Tihi sudah kami terima. Nantinya akan dibahas lebih lanjut di Bappeda Provinsi Kaltim untuk kemungkinan direalisasikan pada tahun anggaran 2027,” ujar Seno Aji.
Ia menilai kawasan pesisir Kampung Tihi-Tihi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Selain meningkatkan daya tarik pariwisata di Bontang, pengembangan kawasan itu juga diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
“Kalau dikelola dengan baik, wisata ini bisa meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM masyarakat,” jelasnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Seno, mendorong agar sektor pariwisata menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan destinasi yang memiliki keunikan lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Dengan dukungan infrastruktur dan pengelolaan yang baik, Kampung Tihi-Tihi diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata bahari yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi lokal, serta menambah pilihan destinasi wisata di Kota Bontang.
Dalam Safari Ramadan ini, Wagub Seno Aji juga menyerahkan dari Pemprov Kaltim, Baznas dan Perusda Provinsi Kaltim.
Bantuan diberikan kepada 104 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif Bontang dengan total nilai Rp390.250.000. Kemudian Sekolah Tinggi Teknologi Bontang untuk 213 mahasiswa senilai Rp1.065.600.000, serta Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang untuk 96 mahasiswa senilai Rp404.000.000.
Total bantuan yang diberikan kepada 413 mahasiswa tersebut mencapai Rp1.859.850.000.
Safari Ramadan juga diikuti para kepala OPD Pemprov Kaltim, Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan, perwakilan manajemen Perusda Pemprov Kaltim, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Forkopimda Bontang.