Subscribe

Gak Cuma Baca! Bupati Kukar Sebut ‘Gema’ Jadi Benteng Spiritual Anak Muda Hadapi Zaman Now

2 minutes read

Tenggarong, Nusaetamnews.com : Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, tapi harus jadi lifestyle. Itulah pesan kuat yang disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, saat menekankan urgensi Gerakan Etam Mengaji (Gema) sebagai pilar utama pembentukan karakter warga Kukar.

Program Gema ini bukan sekadar kegiatan seremonial di instansi pemerintah atau desa, melainkan instrumen untuk mencetak masyarakat yang berakhlak mulia di tengah gempuran budaya modern.

Spiritualitas Jadi ‘Core Engine’ Pembangunan

Bupati Aulia menegaskan bahwa Gema adalah satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Tujuannya jelas: membangun benteng spiritual yang kokoh.

“Puncak kemuliaan seseorang itu saat dia bisa mengamalkan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas—jadi manusia yang paling bermanfaat buat orang lain,” ujar Aulia Rahman di Tenggarong, Senin (9/3).

Menurutnya, memahami makna Al-Qur’an harus berujung pada aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya fasih secara lisan.

Filosofi ‘Iqra’: Melek Situasi dan Teknologi

Menariknya, Bupati Aulia mengaitkan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H dengan semangat literasi modern. Mengutip wahyu pertama, Surat Al-Alaq (Iqra), ia menyebut perintah “membaca” punya makna yang sangat luas di era digital.

“Membaca itu bukan cuma teks, tapi membaca situasi, kondisi, hingga membaca alam untuk meningkatkan kecerdasan. Umat Islam harus punya iman kokoh sekaligus upgrade skill karena pengetahuan terus berkembang,” tambahnya.

Intip 17 Program Unggulan ‘Kukar Idaman’

Selain fokus pada aspek spiritual lewat Gema, Pemkab Kukar juga tancap gas dengan program-program yang relate banget dengan kebutuhan masyarakat saat ini, di antaranya:

  • Sektor Sosial: Makan Bergizi untuk Balita & Lansia, serta Program Etam Sejahtera (Pengentasan Kemiskinan).
  • Pendidikan: Beasiswa, Biaya Penunjang Sekolah, dan Bantuan Ponpes.
  • Ekonomi Kreatif: Kredit Kukar Idaman, Stimulus Komunitas Kreatif, dan Penguatan Penggiat Seni Budaya.
  • Infrastruktur & Layanan: Pelayanan Publik Cerdas hingga Program RT Ku-Terbaik.

Melalui integrasi antara nilai religius dan program ekonomi yang taktis, Bupati Aulia berharap Kutai Kartanegara mampu membangun peradaban yang unggul, berlandaskan iman sekaligus ilmu pengetahuan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *