Subscribe

Rp100 Ribu di Paket Takjil Kantor Gubernur, Hoaks

3 minutes read

Samarinda, Natmed.id — Pemandangan tak biasa terlihat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada, Samarinda, dalam beberapa hari terakhir. Sejak pagi hari, bahkan sekitar pukul 10.00 Wita, warga sudah mulai berdatangan dan membentuk antrean panjang. Padahal pembagian takjil gratis baru dilakukan mulai pukul 2 tengah hari.

Sebagian dari mereka rela menunggu berjam-jam di bawah terik matahari dengan satu harapan, mendapatkan paket takjil dan nasi kotak. Di antara mereka juga menyebar kabar akan ada amplop Rp100 ribu di setiap takjil.

Program Takjil Gratis yang digagas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memang sedang menjadi magnet bagi warga kota. Setiap sore, sekitar 1.000 paket takjil dan nasi kotak dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial Ramadan yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim.

Program ini berlangsung sejak 26 Februari hingga 12 Maret 2026. Namun dalam beberapa hari terakhir, antrean warga semakin panjang. Bukan hanya menjelang sore, tetapi sudah mulai terbentuk sejak pagi hari.
Isu yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa di dalam paket takjil tersebut terdapat uang tunai Rp100 ribu. Kabar itulah yang membuat sebagian warga datang lebih awal agar tidak kehabisan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal membantah keras kabar tersebut. Ia memastikan tidak ada uang tunai di dalam paket takjil yang dibagikan.

“Kami tegaskan, tidak ada pembagian uang tunai. Yang dibagikan hanya takjil dan nasi kotak untuk berbuka puasa,” sebut Faisal.

Menurutnya, informasi soal uang Rp100 ribu itu hanyalah kabar burung yang berkembang di masyarakat dan tidak pernah menjadi bagian dari program tersebut.

Meski begitu, Faisal mengakui antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini memang sangat tinggi. Ia menilai hal itu menunjukkan program berbagi takjil yang digagas Pemprov Kaltim mendapat sambutan luas dari warga.

“Artinya masyarakat antusias. Alhamdulillah kalau memang kegiatan ini bisa membantu warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Namun Faisal juga mengingatkan bahwa jadwal pembagian takjil tidak bisa dimajukan hanya karena warga datang lebih awal. Pembagian tetap dilakukan pada sore hari sesuai jadwal yang telah diumumkan.

Setiap hari, panitia menyiapkan sekitar 1.000 paket takjil dan nasi kotak. Jumlah itu memang terbatas dibandingkan dengan jumlah warga yang datang.

Karena itu, Faisal mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre agar pembagian berjalan lancar dan tidak mengganggu arus lalu lintas di depan Kantor Gubernur.

“Kami berusaha maksimal menyiapkan 1.000 porsi setiap hari. Kalau memang ada warga yang belum kebagian, kami mohon maaf karena kapasitasnya memang terbatas,” ujarnya.

Pemprov Kaltim juga berupaya memperbaiki koordinasi antar-OPD agar teknis pembagian di lapangan semakin rapi, terutama untuk mengelola antrean warga yang datang jauh lebih awal dari jadwal pembagian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *