Warning Keras Iran: “Ikut Agresi AS? Kalian Jadi Target Sah Kami!”
Moskow, nusaetamnews.com : Situasi di Timur Tengah makin berada di ujung tanduk. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, baru saja mengirim pesan “dingin” buat komunitas internasional: Jangan coba-coba gabung bareng AS dan Israel buat nyerang Iran kalau nggak mau kena balas dendam.
Dalam wawancaranya dengan France 24 pada Jumat (6/3), Takht-Ravanchi menegaskan kalau negara mana pun yang membantu agresi terhadap Iran otomatis bakal masuk dalam daftar target sah militer Teheran.
Diplomasi di Titik Nadir: “Kami Nggak Percaya AS”
Iran blak-blakan bilang kalau pintu negosiasi sama Washington sudah tertutup rapat. Alasannya simpel: Krisis kepercayaan. Iran merasa dikhianati saat proses dialog masih berjalan.
- Tudingan Pengkhianatan: Menurut Takht-Ravanchi, AS bukan cuma mengkhianati Iran, tapi mengkhianati esensi diplomasi itu sendiri.
- Gagal di Jenewa: Padahal, perundingan di Jenewa sempat menunjukkan titik terang. Tapi, Iran menyebut AS tiba-tiba berubah pikiran dan malah memilih jalur serangan.
- Posisi Iran: “Kami nggak percaya Amerika. Kami sedang bernegosiasi saat mereka menyerang. Sekarang, kami cuma membela diri,” tegasnya.
🇪🇺 Pesan Buat Eropa & Tetangga
Iran juga sudah memberikan peringatan resmi kepada negara-negara di Eropa dan wilayah lainnya. Intinya satu: Stay out of this. Jangan sampai terseret dalam perang agresi yang dipimpin AS kalau nggak mau nanggung risikonya. (ant/one)