Subscribe

Gas Pol! 145 Satuan Pelayanan Gizi Kaltim Resmi Beroperasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur menunjukkan progres signifikan. Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 145 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan telah beroperasi penuh untuk melayani ratusan ribu siswa di Bumi Etam.

Kehadiran unit-unit ini tidak hanya soal urusan perut, tapi juga menjadi mesin baru penggerak ekonomi lokal di kabupaten/kota se-Kaltim.

Realisasi Target dan Serapan Tenaga Kerja

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kaltim, Edih Mulyadi, mengungkapkan bahwa 145 unit yang sudah running ini merupakan 32,58 persen dari total target 445 SPPG di seluruh Kaltim. Meski baru sepertiga jalan, dampaknya terhadap lapangan kerja sudah terasa nyata.

“Sebanyak 145 SPPG ini mampu menyerap 4.376 tenaga kerja yang bertugas di bagian pengolahan dapur hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Rata-ratanya, satu SPPG memberdayakan sekitar 30 orang,” ujar Edih di Samarinda, Rabu (4/3).

Saat ini, tercatat sebanyak 316.752 anak telah merasakan manfaat program ini, dari total target besar mencapai 942.888 penerima manfaat di seluruh Kaltim.

Multiplier Effect: Libatkan Ratusan Supplier Lokal

Program ini juga terbukti menghidupkan ekosistem UMKM. Edih mencatat ada 269 supplier lokal yang aktif memasok bahan makanan segar ke unit-unit SPPG tersebut.

Jika target 445 SPPG tercapai 100 persen, diproyeksikan akan ada:

  • 13.350 tenaga kerja yang terserap.
  • 890 supplier bahan makanan yang terlibat.
  • Penurunan angka kemiskinan yang signifikan melalui perputaran uang di level daerah.

Fokus Wilayah 3T: Tantangan di Berau

Salah satu sorotan tertuju pada Kabupaten Berau. Dari kebutuhan 61 SPPG, saat ini baru tujuh unit yang beroperasi. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan tantangan geografis menjadi poin utama karena Berau memiliki wilayah aglomerasi sekaligus area 3T (terpencil, tertinggal, terluar).

“Kami butuh 61 SPPG untuk menjangkau seluruh anak-anak di Berau, termasuk 31 unit khusus untuk wilayah 3T. Kami terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk percepatan ini,” jelas Gamalis.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan anak-anak di pelosok Kaltim, termasuk di kawasan wisata Kepulauan Derawan, mendapatkan asupan gizi yang setara dengan wilayah perkotaan.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *