MUI Minta RI Gak Gegabah Keluar dari Board of Peace: “Jangan Sampai Kita Kehilangan Panggung Bela Palestina”
Jakarta, nusaetamnews.com : Di tengah derasnya desakan agar Indonesia angkat kaki dari keanggotaan Board of Peace (BoP), Ketua MUI Bidang Ukhuwah, KH Zaitun Rasmin, justru memberikan pandangan yang lebih kalem. Ia menyarankan pemerintah untuk tetap stay dan tidak buru-buru mengambil keputusan keluar.
Menurutnya, keberadaan Indonesia di BoP adalah salah satu “pintu” strategis yang masih terbuka lebar untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina dan menghentikan genosida di Gaza.
“Kalau Keluar, Terus Mau Lewat Mana?”
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya (@zaitunrasmin_official), Selasa, Zaitun melontarkan pertanyaan reflektif bagi pihak-pihak yang kontra.
“Kalau pemerintah kita keluar dari BoP, kira-kira apa lagi yang bisa dilakukan untuk benar-benar bantu saudara kita di Gaza? Bukankah di sini kita masih punya peluang, apalagi kita diberi kesempatan bicara?” tulisnya.
Ia mengakui banyak pihak pesimis soal keberhasilan BoP. Namun bagi Zaitun, dalam diplomasi, segala kemungkinan harus tetap dikejar. “Itu namanya teori kemungkinan. Bisa saja berhasil. Biarlah pemerintah kita bersama negara-negara Islam lainnya menjalankan tugas itu,” tambahnya.
Ajak Publik Objektif: Jangan Campur Aduk Masalah
Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini juga meminta masyarakat untuk lebih objektif melihat situasi global. Ia meluruskan anggapan yang mengaitkan BoP dengan tensi panas antara AS-Israel dan Iran.
“Serangan Zionis dan Amerika ke Iran itu sudah terjadi bahkan sebelum BoP ada. Jadi, mari kita berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi,” tegas Zaitun.
Poin Penting: Bagi Tugas & Jangan Lupakan Sejarah
Zaitun menekankan pentingnya kolaborasi antara rakyat dan pemerintah dalam isu kemanusiaan ini:
- Pemerintah: Bergerak di jalur diplomasi formal (seperti BoP).
- Masyarakat/Tokoh: Terus berjuang dengan cara maksimal di lapangan.
Ia juga mengingatkan pesan legendaris Bung Karno, “Jasmerah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Mengingat Indonesia punya rekam jejak panjang sebagai pembela setia Palestina, langkah diplomasi saat ini harus dilihat sebagai bagian dari maraton perjuangan tersebut, bukan sekadar momen sesaat.
Solusi: Kepala Dingin & Komunikasi
Sebagai penutup, Zaitun mengajak para ulama dan pemuka agama untuk terus menjalin komunikasi dua arah dengan pemerintah.
“Pakai kepala dingin. Lalu kita ambil kesimpulan bersama yang paling membawa maslahat bagi umat, di mana pun mereka berada,” pungkasnya. (ant/one)